Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

SD Mangkang Kulon 02 Semarang, Biasakan Siswa-siswanya Bijak Kelola Keuangan dengan Menabung

Saat di sekolah, mungkin kita pernah diajarkan pepatah “Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit” atau “Jangan Besar Pasak, Daripada Tiang”. Jika ditelaah lebih dalam pepatah tersebut menyiratkan agar kita bijak dalam pengelolaan keuangan.

Menabung adalah salah satu langkah mengenalkan anak agar bijak dan hemat dalam menggunakan uang. Seperti halnya dilakukan siswa SD Mangkang Kulon 02, Kota Semarang. Sekolah itu membiasakan anak didiknya menabung di Celengan dan setiap seminggu sekali menyetorkan uang celengan tersebut ke mobil kas keliling.

Kepala SD Mangkang Kulon 02, Lia Maylani mengatakan, untuk menabung siswa tak perlu jauh-jauh ke Bank. Setiap hari Kamis ada mobil kas keliling yang datang ke sekolah. Sehingga anak-anak dapat menyetorkan uang secara mandiri.



Lebih lanjut, katanya, nominal uang yang disetorkan sangat beragam, menyesuaikan jumlah tabungan celengan yang terkumpul pada setiap pekannya. Menurutnya bukan besaran nominalnya yang jadi ukuran. Melainkan lebih untuk menanamkan kedisiplinan dan berhemat.

“Anak-anak dibiasakan untuk mengatur keuangan mereka, tidak boros karena harus menyisihkan uang jajannya. Dengan cara tersebut, anak belajar membudayakan karakter berhemat. Nilai karakter ini dilakukan melalui praktek langsung. Karena anak usia masa sekolah dasar mengembangkan nilai karakter melalui pembiasaan secara langsung, sehingga akan tertanam dan terbiasa sejak dini,” kata Lia, dikutip dari Antara Jateng, Selasa (26/7/2022).

Pembiasaan ini, katanya, perlu ditanamkan dan dibiasakan sejak dini. Hal ini agar anak-anak lebih awal belajar mengatur dan mengelola keuangan dengan baik. Menurutnya bijak mengelola keuangan adalah pondasi kehidupan yang baik di masa depan.

Terkait celengan yang digunakan untuk menabung, Lia mengungkapkan pihaknya difasilitasi oleh bank. Celengan tersebut terbuat dari kaleng yang terdapat pembuka pada bagian bawahnya. Sehingga anak-anak dapat mengambil uang dari celengan itu setiap pekannya.

BACA JUGA  Target Rp19,3 Miliar, Baru Tertagih Rp6,5 Juta

Terus mengapa uang celengan tersebut disetor ke Bank? Lia berpendapat bahwa uang akan lebih aman saat disimpan di bank. Uang tersebut dapat digunakan kembali saat kondisi-kondisi yang mendadak atau mendesak.

“Membudayakan menabung pada anak-anak perlu terus diterapkan. Karakter berhemat dapat menyadarkannya tentang pentingnya untuk menyelamatkan kita di masa yang akan datang,” tutup Lia.

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...