Jowonews

Perhimpunan Dokter Penyakit Dalam Sebut ODP Corona Bisa Berpuasa

JAKARTA, Jowonews.com – Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PDPDI) mengatakan orang dalam pemantauan (ODP) COVID-19 dengan gejala ringan tetap dapat berpuasa saat pandemi virus tersebut. “Menurut saya tetap sama, kaidah berpuasa itu ketika dia tidak sanggup melakukan puasa,” kata dokter spesialis penyakit dalam dr Ceva Wicaksono Pitoyo saat konferensi video di Jakarta, Kamis. Ia mengatakan ODP COVID-19 tidak selalu dalam kondisi berat, ada yang ringan, hanya meriang, bahkan tanpa gejala, namun jumlah itu tidak banyak, hanya sekitar enam persen. Sehingga, ujar Ceva, pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala tersebut bisa saja tetap melaksanakan ibadah puasa. Namun, katanya, apabila ODP COVID-19 sudah merasa tidak sanggup atau khawatir atas penyakit yang dideritanya maka bisa membatalkan puasa demi keutamaan kesehatan. Selain itu, ia menegaskan apabila ODP COVID-19 sudah mulai memperlihatkan gejala, seperti demam, maka disarankan untuk banyak mengonsumsi air putih. Kemudian bagi ibu hamil dengan status ODP, dokter spesialis penyakit dalam Prof Iris Rengganis mengatakan tidak dianjurkan berpuasa. “Sebab dia harus memberi janinnya makanan yang cukup,” kata dia. Bahkan apabila ibu hamil tadi dalam kondisi sehat atau tidak berstatus ODP sekalipun tetap saja tak dianjurkan berpuasa, katanya. Selain itu prof Iris juga menyarankan khusus ibu hamil dengan status ODP tadi agar banyak mengonsumsi sayur, buah dan air putih. “Jadi jangan sampai jadi PDP,” ujarnya. (jwn5/ant)

Jelang Puasa, Harga Ayam di Solo Naik

SOLO, Jowonews.com – Harga beberapa barang kebutuhan pokok seperti daging ayam dan bawang merah di Pasar Tradisional Kota Solo, Jawa Tengah, menjelang puasa mulai naik di tengah pandemi COVID-19. Berdasarkan pantauan di Pasar Tradisional Sidodadi Kleco Solo, Kamis, menyebutkan, kondisi pasar menjelang puasa terlihat mulai bergairah, dan harga daging ayam di rata-rata naik sekitar Rp2.000 / kilogram kini menjadi Rp30.000/kg dan bawang merah dijual Rp40.000/kg, sedangkan persediaan barang masih cukup banyak. Menurut Suyati (45) salah satu pedagang di Pasar Sidodadi Solo kenaikan harga daging ayam dari Rp28.000/kg menjadi Rp30.000/kg mulai tingkat peternak dan distributor, sehingga para pedagang mengikuti. “Saya juga sudah memperkirakan kondisi pasar jelang puasa mulai bergairah, dan mengalami peningkatakan sekitar 15 persen dibanding sebelumnya di tengah wabah COVID-19 ini,” kata Suyati. Menurut Suyati pengunjung di pasar terlihat cukup ramai dan meningkat. Masyarakat belanja untuk persiapan kebutuhan untuk puasa yang akan dimulai Jumat (24/4). Sedangkan, harga daging sabil stabil Rp110.000/kg kualitas baik dan Rp105.000/kg, dan daging kambing Rp90.000/kg. Pedagang lainnya di pasar yang sama, Sarinem (50) mengatakan kenaikan harga bawang merah karena pasokan berkurang. Kenaikannya dari Rp30.000/kg kini menjadi Rp40.000/kg. Namun, jika bawang merah pasokan sudah mulai lancar harga akan kembali normal. Harga komoditas sayuran lainnya, kata dia, seperti bawang putih stabil Rp30.000/kg, cabai rawit merah Rp25.000/kg, keriting Rp20.000/kg, kentang Rp13.000/kg, kol Rp8.000/kg, wortel Rp10.000/kg, dan tomat Rp10.000/kg. Sidiq, salah satu, pedagang barang kebutuhan pokok di Pasar Sidodadi Solo mengatakan harga beberapa barang kebutuhan pokok menjelang puasa rata-rata masih dijual stabil. Sedangkan, stok barang di pedagang cukup banyak memasuki bulan Ramadhan ini. Harga beras kualitas premium tetap dijual stabil mulai Rp10.500/kg hingga Rp12.500/kg sesuai kualitasnya, gula pasir masih ditawarkan Rp17.000/kg, sedangkan minyak goreng tetap Rp13.000/kg, tepung terigu mulai Rp4.500/kg hingga Rp12.500/kg. Menurut Sidiq harga telur setiap hari biasa berubah tergantung dari tingkat penyalur. Namun, harga telur menjelang puasa ini, dijual hanya Rp22.000/kg, hari sebelumnya dijual Rp23.000/kg. Pasokan barang ke pasar rata-rata masih lancar di tengah wabah COVID-19 saat ini. Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi saat dikonfirmasi soal harga beberapa kebutuhan pokok di pasar tradisional Solo, kondisi masih normal memasuki bulan Ramadhan ini. Sedangkan, persediaan barang di pasar menjelang puasa ini, cukup banyak karena pasokannya lancar. Pihaknya selalu melakukan pemantauan harga dan stok barang baik di pasar-pasar maupun distributor tetap melimpah. Apalagi, memasuki Ramadhan barang kebutuhan pokok masih aman. (jwn5/ant)

MUI: Tidak Berpuasa Saat Wabah Corona Tidak Bisa Diganti Fidyah

Jakarta, 22/4 (ANTARA) -JAKARTA, Jowonews.com – Sekretaris Satgas COVID-19 Majelis Ulama Indonesia, KH M Cholil Nafis, mengatakan puasa di saat terjadi wabah COVID-19 saat ini tidak bisa diganti dengan membayar fidyah, kecuali terhadap orang-orang yang sudah ditentukan sesuai syariah. “Jadi tak bisa karena pendemi COVID-19 lalu puasa Ramadhan diganti dengan bayar fidyah,” kata Cholil kepada wartawan di Jakarta, Rabu. Fidyah sendiri mengacu pada istilah dalam agama Islam sebagai kegiatan mengganti kewajiban puasa dengan memberi makan orang miskin. Fidyah merupakan tebusan bagi orang yang tidak melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Atas hal itu, Cholil mengatakan kewajiban fidyah diberlakukan kepada seorang Muslim karena tidak bisa menjalankan ibadah puasa Ramadhan dan tidak mungkin mengganti puasa yang ditinggalkan di waktu lain satu tahun ke depan. Sedangkan di masa pandemi COVID-19, kata dia, tak ada halangan untuk melaksanakan ibadah bagi yang mampu. Membayar fidyah hanya diberlakukan kepada wanita hamil dan orang menyusui yang karena puasa justru membahayakan dirinya dan atau anaknya. Fidyah, kata dia, juga dibolehkan bagi rang tua yang tak mampu berpuasa karena berusia lanjut. Kemudian orang sakit yang tidak ada harapan sembuh yang tak bisa berpuasa dan orang yang berhutang puasa wajib tapi tidak menggantinya sampai melewati bulan Ramadhan berikutnya. “Ayo tetap puasa karena puasa itu menyehatkan,” kata Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia itu. Dia mengatakan MUI belum pernah menerima pertanyaan atau permintaan fatwa secara resmi dari manapun untuk menetapkan hukum fidyah menggantikan kewajiban puasa Ramadhan karena mewabahnya COVID-19. (jwn5/ant)