Jowonews

Logo Jowonews Brown

Asyiknya Tradisi Mudik Era Digital

SEMARANG, Jowonews.com – Situs forum komunitas maya seperti Kaskus berjasa bagi para pemudik. Betapa tidak, bagi yang ingin mengetahui kondisi jalan atau mencari teman seperjalanan, mereka cukup mengetikkan “trit” di ruang situs forum ini.

Setelah itu, beragam tanggapan biasanya akan datang dari para “kaskuser”, sebutan bagi para pengunjung situs forum komunitas yang dibentuk tiga pemuda Indonesia pada 6 November 1999 ini.

Di antara para kaskuser itu adalah Sony Irawan. Warga Bekasi ini mengungkapkan pengalamannya menggaet beberapa orang yang tidak dia kenal sebelumnya untuk mudik bareng ke Sumatera dengan berkonvoi mobil pribadi menjelang Lebaran 2015.

Sony Irawan menuliskan bahwa perjalanan mudik keluarganya bersama beberapa pemudik lain yang semula tidak dia kenal tahun lalu itu, bermula dari pengamatannya terhadap trit-trit kaskuser lain.

Melalui tulisan berjudul “Mudik Bareng 2015 (Kaskus Road To Sumatera 2015)” yang dia posting pada 1 September 2015 di blog pribadinya http://azraziana.blogspot.co.id., ayah dua anak ini berbagi pengalaman dengan para pengunjung blognya maupun pencari informasi tentang mudik ke Sumatera melalui mesin pencari Google.

Setidaknya ada 70 komentar yang menyertai tulisan Sony Irawan itu, termasuk berisi ajakan dari sejumlah pengunjung blognya untuk mudik bersama dengan tujuan kota-kota di Pulau Sumatera pada momen Lebaran 2016.

Di antara mereka itu, ada yang menyampaikan keinginannya untuk ikut dalam rombongan konvoi kendaraan yang digagas Sony Irawan sejak dari Jakarta menuju Pelabuhan Merak, Banten, hingga ke jalur lintas Sumatera pada Jumat malam (1/7) atau “H-5”.

Membaca laporan perjalanan Sony Irawan yang dilengkapi foto-foto di blog keluarganya itu, banyak “tips” penting yang diperoleh para calon pemudik yang belum pernah menjajal jalur yang menghubungkan kota-kota di Provinsi Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara dan Aceh itu dengan mobil pribadi.

Dari tulisan di jejaring media sosial maupun situs forum komunitas maya tersebut, publik memperoleh informasi yang berguna dari hasil berbagi pengalaman pribadi kalangan Kaskuser dan pengelola blog pribadi, seperti tentang kondisi jalan, hotel dan restoran, serta kiat mudik aman dan nyaman bagi para pemudik berkeluarga.

BACA JUGA  Cegah Warga Mudik, Presiden Minta Kepala Daerah Untuk Lebih Tegas

Kisah mudik keluarga Sony Irawan yang terpampang di blog pribadi tersebut hanyalah satu dari sekian banyak media sosial yang berkembang menjadi sarana berbagi informasi di era digital saat ini.

Realitas faktual ini sekaligus menunjukkan betapa tradisi mudik yang telah mengakar kuat dalam kultur masyarakat Muslim Indonesia tatkala Hari Raya Idul Fitri telah diambang pintu tak lekang didera zaman.

Sebaliknya, kekuatan jejaring internet yang antara lain ditandai dengan kehadiran beragam media sosial justru telah menyertai perjalanan panjang tradisi mudik ini.

Seperti dicatat Reska K.Nistanto (2015) mengutip data yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna Internet pada 2014 mencapai 88,1 juta orang atau meningkat dari 71,2 juta orang pada tahun sebelumnya.

Selain itu, jumlah pengguna Internet dari perangkat seluler juga meningkat menjadi 85 persen pada 2014 dari 65 persen pada 2013.

Teknologi ITS Realitas yang menyertai budaya mudik warga Muslim di Tanah Air ini ditangkap sejumlah media arus utama di Tanah Air sebagai peluang bisnis berbalut pelayanan kepada publik.

Kompas.com, misalnya, meluncurkan “mudik.kompas.com” untuk mendampingi mereka yang hendak mudik ke kota-kota di Pulau Jawa.

Dalam layanan berbasis internet dengan laman bernama “Mudik Gesit” itu, melalui ponsel pintar maupun “laptop” atau komputer jinjing yang dimiliki, para pemudik mendapatkan informasi terkini tentang kondisi lalu lintas dan berbagai tempat kuliner menarik di sepanjang perjalanan mudik mereka.

Informasi tentang kondisi jalan dimuat ke laman “mudik.kompas.com” ini melalui foto-foto. Di antara foto-foto yang telah ditayangkan berasal dari pemilik akun Twitter hildalexander (@hildalexander). Pada Senin, 27 Juni 2016 pukul 18/31 WIB, perempuan berkerudung ini menyampaikan sejumlah foto.

Dua di antara foto-foto yang dia posting adalah kondisi Tol Penompo-Krian tiket Rp15.500 lalin masih sepi #merapahtransjawa #BMWX1 #KGlalin #Surabaya https://t.co/j5cdv1oeVW, serta Gerbang Tol (GT) Mojokerto Barat dari dekat #KGlalin #Mojokerto #merapahtransjawa #BMWX1 https://t.co/RCmIPyQxV9.

BACA JUGA  Dishubkominfo Jateng Siapkan Jalur Alternatif Mudik

Melalui laman “Mudik Gesit” itu, para pemudik juga disuguhi peta digital Pulau Sumatera dan Jawa serta peta jalan-jalan dari kota-kota yang ada di Pulau Jawa, di mana informasinya dapat dipilih berdasarkan urutan abjad (dimulai dari huruf “b”/Bandung dan diakhiri dengan huruf “y”/Yogyakarta).

Kehadiran laman seperti mudik.kompas.com ini agaknya mendukung apa yang disebut pengamat masalah transportasi, Bambang Susantono dalam bukunya “Revolusi Transportasi #RevoluTrans# (2014) sebagai “Intelligent Transportation System” (ITS).

Melalui pemanfaatan teknologi bernama Sistem Transportasi Cerdas (ITS) ini, Bambang melihat para pemudik akan terbantu dalam mengambil keputusan berkendaraan di jalan dengan memanfaatkan info mudik yang tersedia di jejaring sosial.

Pada gilirannya nanti, kehadiran fasilitas-fasilitas yang mendukung penerapan ITS ini diyakini Bambang dapat mengurangi intensitas kemacetan apalagi jumlah warga yang eksodus selama arus mudik dan balik Lebaran 2016 tidak sedikit.

Pada Lebaran 2016 ini, jumlah warga Indonesia yang melakukan mudik diperkirakan Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Perhubungan Kementerian Perhubungan mencapai 25.495.591 orang atau menurun 2,54 persen dari prediksi jumlah pemudik tahun 2015, yakni 26.160.753 orang.

Di antara para pemudik itu melakukan perjalanan darat ke kota-kota di Sumatera melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak, Provinsi Banten.

Terkait masalah ini, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Danang S Baskoro mengatakan pihaknya telah mempersiapkan sejumlah langkah antisipasi dan upaya peningkatan pelayanan terhadap para pengguna jasa penyeberangan.

Terlebih lagi, jumlah pengguna jasa penyeberangan itu diperkirakan meningkat pada tahun ini. Para penumpang, misalnya, diperkirakan mencapai lebih dari satu juta orang atau naik 13 persen sedangkan kendaraan mencapai lebih dari 200 ribu unit di mana truk meningkat sebanyak empat persen, sepeda motor lima persen, mobil kecil delapan persen, dan bus sebanyak lima persen, tuturnya.

Kehadiran sumber-sumber informasi berbasis internet itulah yang kini menemani jutaan orang yang pulang ke kampung halaman mereka untuk berlebaran bersama orang tua dan sanak keluarga maupun yang memanfaatkan libur panjang Lebaran untuk berwisata. (jn03/ant)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...