Jowonews

Bocah 13 Tahun Ngamen untuk Beli Narkoba

wpid-artikel-tentang-narkoba.jpgKENDAL, Jowonews.com – Benar-benar miris. Ahmad Zaini (13) warga Desa Kumpulrejo Kecamatan Kaliwungu, seorang bocah lulusan SD dan yatim piatu ini sudah empat bulan meninggalkan rumahnya. Selama pergi, dia menggantungkan nasibnya menjadi seorang pengamen jalanan.

Namun Rabu kemarin (16/9) mungkin hari apsenya dia. Kemarin dia terjaring terjaring operasi Satpol PP Kendal saat tiduran di bawah tugu dekat jalur arteri Kaliwungu, malah terjaring petugas satpol PP yang lagi menggelar razia. Namun, disinilah akhirnya terungkap bagaimana kehidupannya dia selama ini, kalau dua sudah biasa mengkonsumsi narkoba.

  “Sebelumnya bapak dan ibu saya tinggal di Jakarta. Setelah babak peninggal lalu ibu kemudian pulang ke Kendal. Tidak berapa lama kemudian, ini menyusul meninggal dunia lantaran sakit,” kata Zaenal menceritakan keberadaan kedua orang tuanya.

Dengan tubuh ceking (kurus-RED) serta dengan pakain lusuhnya, Zaini mengundang iba bagi petugas yang tengah memeriksanya. Namun pengakuan mencengangkan muncul dari bocah yang mengaku berulang tahun di bulan September ini.

Dia mengaku, bahwa uang hasil mengamennya malah digunakan untuk membeli narkoba jenis daftar golongan G seperti Trihex.  Mungkin karena sudah ketagihan, diapun harus rela menahan lapar demi mendapatkan barang haram dari seorang kawannya.

“Hasil ngamen sebesar Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per harinya. Lalu, saya gunakan untuk membeli pil seharga Rp 25 ribu per butirnya. Jika ada sisa, ya digunakan untuk makan,” akunya, saat diinterogasi petugas Satpol PP Kendal, kemarin.

Bungsu dari tiga bersaudara ini juga menerangkan, jika dirinya mengamen dengan cara bernyanyi menggunakan gitar kecil bersama ke tiga temannya di persimpangan jalan terutama di traffic light.

Lantaran di rumah sudah tidak ada orang tua yang mengurusi, ia pun terpaksa mengais rejeki sendiri menjadi seorang pengamen bergabung dengan pengamen lainnya.

“Saya punya kakak, satu laki-laki dan perempuan. Tapi mereka tidak peduli dengan yang saya lakukan, sehingga saya tidak terpikir untuk pulang,” beber Zaini yang mengaku lulusan SDN 1 Karangtengah, Kaliwungu ini.

Kepala Satpol PP Kendal Toni Ari Wibowo mengatakan, Zaini dan tiga rekannya terjaring setelah pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat jika anak jalanan di lampu merah jalan Arteri Kaliwungu sering memalak pengendara yang melintas.

Dijelaskan, Keempatnya bakal diberi arahan agar berhenti menjadi gelandangan. Ketiga kawan Zaini yakni Sudirman, Nurul Jimin, dan seorang gadis lain yang tidak diketahui namanya juga turut ditangani Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kendal untuk dites urine.

“Jika yang lain positif, akan kami kirim ke Surabaya atau Ketileng untuk dibina. Jika negatif akan kami kembalikan ke orangtua atau keluarga,” jelasnya. (JN01)

Tinggalkan komentar