Jowonews

Logo Jowonews Brown

Bupati Agus Sragen Terancam tak Bisa Nyalon

image
Foto: www.joglosemar.com

SRAGEN,Jowonews.com –Dinamika politik di Sragen menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) 9 Desember mendatang masih sulit ditebak. Bahkan Bupati Agus Fatchurrahman terancam tidak bisa maju pilkada, karena sampai sekarang belum memperoleh kendaraan politik yang akan mengusungnya.

Agus yang juga Ketua DPD Partai Golkar (PG) Kabupaten Sragen pun mengaku hanya pasrah melihat proses politik yang terjadi menjelang pendaftaran pasangan bakal calon (balon) ke KPU sekarang ini. Dirinya juga belum tahu apakah bisa maju kembali atau tidak karena belum memegang rekomendasi dari parpol manapun.

“Yang penting saya sudah ikhatiar. Soal hasilnya bagaimana pasrah
saja. Saya sudah mendaftar lewat PDI Perjuangan, tapi belum tahu
hasilnya bagaimana. Kalaupun tidak bisa maju (pilbup,red), yang nggak
papa, disyukuri saja,” ujar Agus ke wartawan, Kamis (23/7).

Saat disinggung apakah dirinya juga mengikuti proses pencalonan lewat
PG selain mendaftar lewat PDIP?. Ketua DPD PG Sragen ini mengatakan bahwa proses pencalonan di PG tidak
diikuti. Hal ini terkait kisruh kepengurusan PG di tingkat
pusat. Sehingga tidak memungkinkan dirinya maju lewat partai yang telahmembesarkan karir politiknya.

“Saya mendengar, beberapa incumbent di daerah Pantura justru memilih maju lewat jalur independen karena adanya dobel kepengurusan ini. Kalau di Sragen kan sudah terlambat maju lewat independen, ya sudah pasrah saja,” jelasnya.

Terkait peluangnya mendapat rekomendasi dari PDIP, Agus tidak mau
berandai-andai. Termasuk berpasangan dengan Ketua DPC PDIP Sragen, Bambang Samekto yang dikenal dengan pasangan Abang (Agus-Bambang). Semua tergantung keputusan dari PDIP. “Saya juga tidak tahu bagaimana proses di PDIP seperti apa. Yang penting sudah ikhtiar entah apapunhasilnya nanti,” tandasnya.

Agus justru memprediksi pilkada Sragen nanti hanya akan diikuti dua
pasangan calon. Hanya saja dirinya juga belum tahu siapa kedua
pasangan calon yang akan head to head bertarung nantinya.

BACA JUGA  Menpan: Pejabat Terlibat Pidana akan Dinonaktifkan

“Beberapa tokoh yang saya temui, banyak yang mengetakan demikian. Pilbup hanya akan diikuti dua pasangan calon. Tapi saya sendiri juga tidak tahu benar atau tidak prediksi itu,” tambahnya.

Sementara, beberapa hari terakhir santer beredar kabar rekomendasi
dari PDIP turun untuk pasangan Abang. Kabar tersebut menggelinding bak bola salju dan terus menyebar. Pasangan tersebut diyakini akan menjadi penantang serius untuk pasangan yang diusung Partai Gerindra-Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yuni-Dedy yang sudah melenggang duluan.

Ketua DPC PDIP Sragen, Bambang Samekto saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui siapa pasangan calon yang direkomendasi partainya. Saat ini proses rekomendasi masih berjalan dan belum ada kepastian kapan rekomendasi turun. “Kami tidak tahu siapa yang mendapat rekomendasi karena memang sampai sekarang belum turun. Soal pasangan Abang, biarkan saja spekulasi itu menyebar. Boleh-boleh saja semua membuat prediksi, yang jelas saya tidak pernah mendaftar sebagai calon di PDIP,” tandasnya.

Selain pasangan Yuni-Dedy, menyusul pasangan Jaka Sumanta-Surojogo (jago) yang diusung gabungan empat parpol, diantaranya PKB, Hanura, PPP dan PAN. Namun PAN.  Disisi lain, masih ada tiga parpol PDIP, Demokrat dan Golkar yang belum menentukan siapa calon mereka.(JN01)

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...