Jowonews

Logo Jowonews Brown

Elemen Mahasiswa Semarang Tuntut Jokowi Mundur

mahasiswa aksi 21 Mei 2015 di Semarang
mahasiswa aksi 21 Mei 2015 di Semarang
Mahasiswa aksi 21 Mei 2015 di Semarang

Semarang, Jowonews.com – Tak kurang dari 50 mahasiswa dari berbagai organisasi ekstra kampus Semarang yang mengatasnamakan elemen mahasiswa Semarang Peduli Bangsa (Emas Bangsa) menggelar aksi di depan komplek kantor Gubernuran Jateng, jalan Pahlawan Semarang, Kamis (21/5).

Mahasiswa yang terdiri dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam (KAMMI), BEM Universitas Diponegoro, dan Universitas Islam Sultan Agung ini mengultimatum Jokowi dan Jusuf Kalla mundur dari jabatan presiden dan wapres, jika tak mampu memperbaiki kondisi carut marut reformasi selama 17 tahun berjalan.

Menurut Koordinator aksi Muhammad Khanif Nasukha, selama tujuh bulan Jokowi-JK menjabat belum menunjukan perubahan siginifikan selama reformasi. Bahkan, pemerintah dinilai gagal dalam menjalankan Nawa Cita seperti janji politik kampanye saat pemilu presiden.”Buktinya, Jokowi masih membagi-bagi kursi jabatan menteri. Kegagalan ini ditandai masalah internal yang menghambat pembangunan nasional,” tegas dia.

Dikatakan Ketua KAMMI Semarnag itu, berbagai masalah bangsa bukan semakin berkurang, namun justru semakin komplek dan berkembang. Hal ini dibuktikan dengan harga BBM yang tidak stabil. Selain itu, lanjut dia, prahara menteri di kabinet kerja yang dinilai gagal membantu tugas kepresidenan akan direshufle. Kendati demikian, tampaknya bertolak belakang dari visi-misi Jokowi.

“Presiden harus mampu melepaskan diri dari segala ketergantungan, tekanan, intervensi dan pesanan dari pihak luar untuk dapat bersikap tegas dalam membuat kebijakan yang pro rakyat,” tutur Khanif.

Selain itu, mereka juga meminta Jokowi untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi dengan menstabilkan harga kebutuhan pokok dan menguatkan perekonomian nasional. “Sesuai janjinya, Presiden Jokowi juga harus konsisten dalam menjalankan Nawacita, serta penegakan hukum yang bebas dari kepentingan politik dan KKN,” tandasnya.

Dalam aksi tersebut, sempat terjadi keributan kecil yang nyaris menimbulkan gesekan antara demonstran dan petugas keamanan. Massa juga menggelar aksi teatrikal topeng Jokowi dan pocong yang menggambarkan pemerintahan telah mati lalu diserahkan kepada presiden.

BACA JUGA  Kemenkumham Jateng Tunda Penerbitan 459 Paspor

Mahasiswa merasa kesal karena tak ada perwakilan pemprov maupun anggota legislatif yang menemui mereka, meski akhirnya membubarkan diri. (JN03)

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...