Jowonews

Logo Jowonews Brown

Hari Ayah Diharapkan Jadi Momen Pengurangan Potensi Kenakalan Remaja

SEMARANG, Jowonews.com– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Jamaluddin berharap momentum hari ayah menjadi titik balik untuk mengurangi potensi kenakalan remaja di Jateng.

Menurut Jamal, di tengah modernisasi yang memakan zaman, mengakibatkan terjadi pergeseran nilai-nilai dalam masyarakat. Konflik dan kenakalan remaja yang banyak mengundang mudhorot semakin meningkat.

Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Sebanyak 620 ribu adalah pengguna narkoba, kebanyakan diantaranya adalah usia remaja. Hingga tahun 2015, sebanyak 16,7% penduduk Jateng adalah usia remaja 10-19 tahun.

“Masa remaja sebagai usia rawan dengan ketidakmampuannya mengatasi sendiri masalahnya menurut cara yang mereka yakni, banyak remaja akhirnya menemukan bahwa penyelesaiannya tidak selalu sesuai dengan harapan mereka. Pola asuh orang tua yang tepat diharapkan dapat membentuk karakter anak sehingga anak memiliki karakter mental yang kokoh, yang senantiasa menjadikan nilai-nilai sebagai pegangan dan prinsip hidup. Figur ayah turut berperan penting dalam pembentuk karakter keluarga terutama anak,”jelasnya di Semarang, Sabtu (12/11/2016).

Lebih lanjut, Jamal mengungkapkan bahwa proses pendidikan dalam keluarga yang digambarkan melalui al-Qur’an dilakukan oleh para ayah. Tidak ada satu ayat pun yang memotret momen pendidikan dari para ibu, kecuali adanya perintah menyusui, tidak terkecuali tugas amar ma’ruf nahi mungkar yang sifatnya umum, baik untuk laki-laki maupun perempuan.

“Belajar dari Luqman, Nabi Ya’kub dan Nabi Ibrahim, telah banyak nabi mengajarkan bagaimana mendidik anaknya di tengah kesibukannya. Meluangkan waktu dalam rangka mengamati pertumbuhan anaknya. Dengan adanya perhatian orang tua, anak akan menemukan solusi akan permasalahannya dan diharapkan tidak lari pada hal-hal negatif,”tandas anggota Komisi C DPRD Jateng ini.

Secara psikologi, menurut legislator Partai Keadila Sejahtera (PKS) Jateng ini, peran ayah menempati peran mendidik, membentuk kepribadian dan kecerdasan emosional anak. Sosok ayah akan lebih berdampak baik pada keluarga ketika tidak hanya memikirkan kewajibannya akan pemenuhan nafkah di luar rumah.

“Keseimbangan peran ayah di dalam rumah pun turut menentukan arah kehidupan anak-anaknya di masa depan. Pada momen Hari Ayah tanggal 12 November ini, mari seluruh ayah mulai menaruh kembali perhatiannya pada anak,”imbuhnya lagi.

Jamal berharap, para ayah di Jateng, tidak hanya menjadi ayah hebat di luar rumah sesuai profesinya, namun anak-anaknya tidak mendapatkan perhatian. “Sesibuk apapun seorang ayah, harus memiliki ruang dan waktu untuk anak-anaknya serta harus mampu menjaga komunikasi secara baik dengan anak,”pungkasnya. (jn03)

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...