Jowonews

Jateng Peringkat 10 STQ Nasional, Gubernur Serahkan Bonus Rp 92,5 Juta

ganjarSEMARANG, Jowonews.com – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyerahkan bonus berupa uang tunai kepada kafilah Jateng yang berhasil menjadi juara dalam Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional XXIII di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. ‘’Total bonus dari gubernur yang diserahkan sebesar Rp 92.500.000,’’ kata Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi.

Penyerahan penghargaan itu disampaikan Kabag TU Kanwil Kementerian Agama Jateng H Andewi Susetyo SH dan Ketua LPTQ Jateng KH Ahmad Darodji usai Upacara HUT Ke-70 Kemerdekaan RI di halaman Kanwil Kemenag Jateng Jalan Sisingamangaraja, kemarin.

M Abdul Faqih dari Kabupaten Semarang Juara II cabang tahfidz golongan 30 juz putra menerima bonus Rp 40 juta, Siti Mas’udah dari Kabupaten Rembang Juara III cabang tahfidz golongan 30 juz putri, Royyan dari Kabupaten Sragen juara harapan I  cabang tahfidz golongan 20 juz putra, Durotul Muqoffa dari Kabupaten Rembang juara harapan I cabang tahfidz golongan 20 juz putrid dan Rico Dwi Permadi dari Kabupaten Semarang juara harapan I cabang tafsir Bahasa Arab putra masing-masing menerima bonus Rp 7,5 juta.

‘’Untuk juara I sebenarnya Gubernur Ganjar Pranowo sudah menyiapkan penghargaan Rp 50 juta, tetapi untuk kali ini rupanya belum berhasil,’’ tutur Kepala Bidang Penaism Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Jateng Drs H Moh Ahyani MSi. 

Kepala Seksi MTQ Siti Zaenatun SPd menjelaskan, dalam STQ di Jakarta, kafilah Jateng menempati peringkat 10. Peringkat satu sampai 10 yakni DKI Jakarta, Banten, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Papua Barat, Maluku, DIY dan Jateng.
 
Bersyukur
Ketua LPTQ Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi mengatakan, pihaknya merasa bersyukur dengan persiapan yang sangat minim dan waktu yang terbatas masih mampu menunjukkan prestasi di tingkat nasional. ‘’Seandainya kami diberi waktu agak panjang dan dukungan anggaran yang cukup insya Allah peringkatnya akan lebih baik lagi,’’ tuturnya.

Jatim dan Aceh yang biasanya bertengger di peringkat atas di arena STQ Jakarta bergeser ke bawah. Bahkan posisinya ditempati oleh Papua Barat.

Hampir semua daerah mengalami masalah yang sama yaitu anggaran pembinaan yang telah disiapkan tidak bisa dicairkan pada saat yang tepat karena perubahan kebijakan oleh pemerintah. ‘’Mudah-mudahan ke depan tidak ada persoalan lagi,’’ tutur Darodji yang juga Ketua Umum MUI Jateng.

Dia berjanji untuk menghadapi MTQ Nasional di Mataram, Nusa Tenggara Barat, LPTQ Jateng telah menyiapkan diri sejak awal agar peringkatnya bisa lebih baik lagi. ‘’Potensi Jateng di cabang tahfidz atau hapalan Alquran di semua golongan akan terus kami kembangkan sambil menguatkan cabang tilawah, tafsir, khat Alquran dan lain-lain,’’ tuturnya. (JN01)

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...