Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kedutan Mata Kanan Atas Menurut Primbon, Pertanda Kebahagiaan dan Kesedihan

Kedutan Mata Kanan Atas

Kedutan Mata Kanan Atas bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Meskipun secara umum menurut media hal tersebut tak perlu diperhatikan secara serius, tapi menurut primbon hal tersebut merupakan sebuah pertanda.

Kedutan mata kanan atas ialah kontraksi otot pada kelopak mata yang berulang dan tidak disengaja. Kedutan umumnya muncul di kelopak mata atas, namun juga bisa terjadi di kelopak atas serta bawah.

Menurut primbon Jawa, kedutan yang timbul memiliki arti yang berbeda-beda. Signifikansi ini bergantung pada bagian mata yang mengalami kedutan, mulai dari kedutan mata kiri hingga kedutan mata kanan atas.

Primbon Jawa menyatakan bahwa kedutan di area ini minimal memiliki tiga arti yang terkait dengan kehidupan.



Arti Kedutan Mata Kanan Atas

Akan Mendapatkan Rezeki Berlimpah

Dalam Kitab Primbon Jawa Serbaguna (2009), Gunasasmita menjelaskan bahwa kedutan pada kelopak mata kanan atas menandakan suatu hal yang positif. Ia menyatakan bahwa salah satu makna dari kedutan pada kelopak mata kanan atas adalah tanda akan datangnya keberuntungan yang berlimpah.

Akan Menuai Keberuntungan

Dalam karya Tafsir Mimpi 1672 (Arti Mimpi Anda) (2009) yang ditulis oleh D. Raditya, jika kelopak mata kanan atas berkedut, itu menunjukkan sebuah pertanda yang baik. Seseorang yang mengalami hal ini diyakini akan memperoleh keuntungan dalam berbagai hal.

Akan Mendapatkan Kesedihan Mendalam

Tetapi, kedutan di daerah ini juga dapat menunjukkan hal yang tidak baik, seperti kesedihan yang mendalam.

Banyak orang menganggap kedutan ini sebagai pertanda kesedihan di masa depan.

Anda mungkin akan menangis karena kesedihan yang sangat dalam.

Arti Kedutan Mata Kanan Atas menurut Kesehatan

Kedutan pada mata adalah keadaan yang dicirikan dengan sensasi berdenyut pada daerah kelopak mata yang tidak dapat dikendalikan. Kondisi ini dapat terjadi pada mata kanan, mata kiri, atau bahkan pada kedua mata secara bersamaan. Namun, kedutan pada kedua mata secara bersamaan lebih jarang terjadi.

BACA JUGA  Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa

Umumnya, kedutan pada mata bukanlah suatu kondisi yang serius karena tidak menimbulkan rasa sakit dan hanya berlangsung singkat, yakni sekitar satu hingga dua menit. Namun, jika kedutan cukup kuat dan berlangsung dalam waktu yang lebih lama, maka dapat mengganggu.

Berdasarkan tingkat keparahannya, mata berkedut dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:



Minor eyelid twitch

Minor eyelid twitch (myokymia) adalah tipe kedutan mata yang paling ringan. Umumnya, sensasi kedutan pada mata karena kejang kelopak mata kecil hanya berlangsung sesaat. Jenis myokimia ini sering terjadi karena kelelahan mata.

Benign essential blepharospasm

Benign essential blepharospasm merupakan kondisi dimana frekuensi kedipan kedua mata meningkat. Pada kondisi ini, terasa adanya kedutan pada mata yang cukup kuat sehingga menyebabkan mata terbuka dan tertutup secara tidak terkendali.

Hemifacial spasm

Hemifacial spasm adalah bentuk myokimia yang jarang terjadi dan biasanya disebabkan oleh tekanan arteri pada saraf di sekitar wajah. Kondisi ini umumnya melibatkan saraf otot lain di wajah, seperti di mulut dan hidung.

Penyebab Kedutan Mata Kanan Atas

Penyebab utama kedutan pada mata adalah ketegangan pada otot kelopak mata. Selain itu, terdapat beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya kedutan pada mata, seperti:

  1. Mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
  2. Mengonsumsi kafein secara berlebihan.
  3. Kebiasaan merokok.
  4. Terpapar cahaya terang.
  5. Mengalami sakit kepala.
  6. Iritasi pada mata.
  7. Mata yang lelah.
  8. Mata yang kering.
  9. Menderita uveitis, yaitu peradangan pada lapisan tengah mata.
  10. Mengalami stres.
  11. Terkontaminasi debu atau benda asing lain pada mata.
  12. Kurang tidur. Kurang tidur dapat memperberat kerja kelopak mata.
  13. Mengonsumsi obat-obatan tertentu yang memengaruhi saraf, seperti antiepileptik dan antipsikotik.
  14. Menderita penyakit tertentu, seperti bell’s palsy, multiple sclerosis, dystonia, penyakit parkinson, atau tourette’s syndrome.

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...