Jowonews

Ketua DPRD Persilahkan Kalau Mau Interpelasi

wpid-wp-1437670694681.jpgSEMARANG,Jowonews.com – Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi mempersilahkan kalau ada anggota dewan yang akan menggunakan hak interpelasi terkait penjualan saham Jalan Tol Semarang-Solo oleh Pemprov Jateng. Pasalnya, interpelasi bukan hal yang tabu dan merupakan hak anggota dewan.

“Interpelasi itu hak yang melekat pada anggota dewan. Kalau mau digunakan kapan saja, termasuk terkait penjualan saham Jalan Tol Semarang-Solo oleh pemprov ya silahkan saja,”ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/9).

Menurutnya, terkait dengan wacana interpelasi yang akan dilakukan anggota dewan, dirinya tidak bisa menghalang-halangi, tapi juga tidak bisa mendorong.

Yang penting, semuanya harus sesuai aturan yang ada, yaitu tatib DPRD Jateng. Misalnya terkait syarat pengajuan interpelasi, jumlah fraksi dan lain sebagainya.

DPRD Jateng sampai sekarang juga belum ada kepastian jadi mengajukan interpelasi kepada gubernur atau tidak. Sebab, sampai sekarang juga belum ada yang mengajukan secara resmi.

“Wacana. Secara lesan memang ada yang mau mengajukan interpelasi. Tapi secara resmi belum ada. Sebagai ketua dewan saya tidak akan menghalangi dan tjuga tida akan mendorong. Saya akan pegang tatib yang ada,”katanya.

Rukma menyampaikan, penjualan saham Jalan Tol SS tersebut seharusnya tidak perlu dilakukan. Sebab, sebenarnya pemprov juga akan mendapatkan bantuan dari pemerinah pusat Rp 2,7 triliun. Sehingga diperkirakan tinggal kurang Rp 900 miliar saja.

“Kekurangan anggaran Rp 900 miliar itu, kalau dikatakan pemprov tidak punya uanG, ya tidak juga sebenarnya. Karena dari anggaran yang tidak terserap dan jadi silpa, lebih dari itu. Kan bisa diambilkan dari dana itu,”paparnya.

Bahkan Rukma mengaku dewan akan mengkaji dengan tim ahli, terkait penjualan saham tol SS. Apakah itu layak dijual/tidak. Apalagi tanpa persetujuan dewan.(JN01)Ayo beritane dinaikkan. Siapa yg pikit. Jangan kayak koran harian…..

Tinggalkan komentar