Jowonews

KP2KKN Kritik Ganjar Soal Penjualan Saham Pemprov di Tol SS

jalan tol semarang solo, foto: www.solopos.com
jalan tol semarang solo, foto: www.solopos.com

SEMARANG, Jowonews.com – Langkah Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjual 25 persen saham milik pemprov di pengelolaan Jalan Tol Semarang-Solo (SS) mengundang reaksi keras dari kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Keputusan itu dinilai sangat janggal dan syarat dugaan korupsi kolusi dan nepotisme (KKN).

“Gubernur Ganjar Pranowo memang tidak layak memimpin Jawa Tengah. Saham di Jalan Tol Semarang-Solo itu harusnya bisa bertambah. Tapi sekarang malah dijual 25 persen dan hanya disisakan 1,09 persen,”ungkap anggota KP2KKN Jateng Eko Haryanto dengan lantangnya, Jumat (4/9).

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterimanya, setelah di jual 25 persen dan disisakan 1,09 persen, ada rencana dari pemprov untuk membeli lagi 5 persen saham Jalan Tol Semarang-Solo. “Ini kan skenario aneh sekali. Kalau Ganjar hobinya jual terus dibeli lagi seperti itu, ini kan politik makelar atau calo,”paparnya.

Eko mencium banyak kejanggalan dari penjualan saham tol SS tersebut. Aroma KKN menurutnya sangat kental sekali. “Dia (Gubernur,red) kan tinggal meneruskan ada yang sudah dirintis mantan Gubernur Mardiyanto dan Bibit Waluyo. Tapi sekarang malah menjualnya. Ini menunjukkan Ganjar tidak bisa bekerja,”ketusnya.

Oleh karena itu, Eko mendesak BPK RI Perwakilan Jateng melakukan audit penjualan saham tol SS tersebut. Biar semuanya gamblang.

Sebagaimana diberitakan kalangan anggota DPRD Jawa Tengah menyayangkan langkah Gubernur Ganjar Pranowo menjual 25% saham Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah pada proyek pembangunan jalan tol Semarang-Solo.

Pemprov Jawa Tengah (Jateng) melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) sebelumnya memiliki 26,09% saham sekarang tinggal 1,09%. (JN01)

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...