Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Marmo Uji Kelayakan di Golkar

Seomarmo
Seomarmo
Seomarmo

SEMARANG, Jowonews.com – Fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) bakal calon (balon) yang diselenggarakan parpol-parpol anggota Koalisi Tugu Muda (KTM) ternyata kurang greget, bahkan kurang dimintati balon walikota/wakil walikota Semarang.

Terbukti, satu dari lima balon walikota/wakil walikota yang mendaftar di KTM, yaitu dr Syafei secara resmi menyatakan mengundurkan diri dari pencalonannya. Sehingga Minggu (5/7) kemarin tidak mengikuti fit and proper test yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar (PG) Kota Semarang.

Fit and proper test yang diselenggarakan di Hotel Pandanaran Semarang tersebut hanya diikuti oleh empat balon walikota/wakil walikota Semarang.Mmasing-masing H Soemarmo HS, Djoko Setijowarno, Mahfudz Ali dan Rudy Sulaksono. Mereka menyampaikan visi, misi serta program kerja jika terpilih menjadi walikota-wakil walikota pada pilwalkot 9 Desember mendatang.

Selain dihadiri pimpinan DPD PG Jateng, hadir juga para Pimpinan Kecamatan (PK) PG, organisasi pendiri serta ormas sayap partai.

Ketua DPD PG Kota Semarang Agung Priyambodo mengatakan, uji kompetensi merupakan tahap selanjutnya dari proses penjaringan dan penyaringan. “Kami ingin mengetahui kapasitas para bakal calon, makanya kita juga mengundang pakar dari berbagai disiplin ilmu. Sehingga nanti akan ada dialog,” ujarnya.

Agung menambahkan dari sejumlah calon yang masih bertahan tinggal empat orang ini. “dr Syafei beberapa pekan lalu menyatakan mundur dari proses pencalonan. Sehingga tidak kita undang,” katanya.

Usai pemaparan uji kompetisi ini, pihaknya akan menggelar rapat pimpinan daerah atau rapimda.

Hasil rapimda ini akan memutuskan siapa kandidat yang akan kita usung nanti. Tentu saja hasilnya, lanjut Agung Priyambodo akan dikonsultasikan ke DPD PG Jateng dan DPP PG. Pihaknya sebatas mengusulkan kandidat yang paling layak berdasarkan visi misi, rekam jejak dan hasil survai.

Aturan di PG proses penjaringan dan penyaringan serta mengusulkan menjadi kewenangan DPD PG Kota Semarang. Namun keputusan akhir tetap ditangan DPP PG. “Nanti tentu akan kita diskusikan, namun sepertinya DPP Partai Golkar lebih banyak memberi restu, kecuali ada dinamika yang lain, mungkin hasilnya digugurkan dan DPP Partai Golkar menunjukan figur baru,” ujar anggota Komisi B DPRD Kota Semarang ini.

BACA JUGA  19.009 Tenaga Kesehatan Semarang Divaksin Covid-19

Sementara itu ketua pelaksana rapimdasus Ade Wardana mengatakan uji kompetisi ini menjadi salah satu rangkaian proses penjaringan dan penyaringan bakal calon walikota. Pihaknya menargetkan kegiatan ini bisa tuntas sebelum tanggal 15 Juli mendatang. “Kami ingin segera putuskan, bahkan kalau bisa tanggal 10 sudah ada nama yang diusulkan,” ujarnya. (JN01)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...