Jowonews

Logo Jowonews Brown

Menteri Jonan ke Papua, Pelabuhan Kendal Batal Diresmikan

ignasius jonanKENDAL, Jowonews.com -Rencana peresmian Pelabuhan Tanjung Kendal dipastikan molor, karena kesibukan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Menteri Jonan sedang berkunjung ke Papua Barat meninjau tempat jatuhnya pesawat Trigana Air..

Seharusnya Pelabuhan Tanjung Kendal akan diresmikan pada Jumat (21/8).

Bupati Kendal Widya Kandi Susanti, membenarkan jika peresmian Tanjung Kendal molor karena kesibukan Mentri Perhubungan yang melakukan tinjuan ke beberapa daerah termasuk di Papua.

“Sebelumnya, beliau (Iganius Jonan,red) menyanggupi datang. Tapi karena ada tinjuan ke Makassar dan Papua, rencana peresmian pelabuhan Kendal terpaksa dibatalkan,” katanya, Minggu (23/8).

Dirinya mengaku belum tahu kapan Tanjung Kendal akan diresmikan oleh Pemerintah Pusat. Saat ini Widya dan Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal sedang intens untuk menjadwalkan peresmian Tanjung Kendal, terutama untuk pelabuhan penyebrangan manusia.

“Kalau bisa secepatnya, walaupun nanti diresmikan setelah masa jabatan saya berakhir itu tidak masalah,” tuturnya.

Menurut Widya Tanjung Kendal harus secepatnya bisa diresmikan, tujuannya agar bisa beroperasi. Apalagi pelabuhan yang dibangun mulai tahun 2004 tersebut, sempat mangkrak selama beberapa tahun. ” Sarana dan prasarana sudah lengkap termasuk listrik, air, hingga transportasi pun sudah disiapkan dengan baik,” tukasnya.

Dirinya juga berpesan kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal untuk aktif berkoordinasi dengan Kementerian atau Dirjen Perhubungan, agar bangunan fisik dan sarana prasana yang telah tertata dengan baik tidak mangkrak dan rusak. ” Tahun 2016 besok targetnya pelabuhan niaga bisa berjalan. Untuk itu saya meminta untuk Pelabuhan Kendal bisa segera diresmikan, tujuannya agar roda ekonomi bisa berjalan dan bisa mendatangkan banyak investor ke Kendal,” pungkasnya.

Terpisah  Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal, Subarso mengatakan jika pembangunan Pelabuhan Kendal menelan baiya Rp 645 miliar yang meliputi terminal penumpang dan niaga dengan luas lahan sekitar 63 hektar.

BACA JUGA  Presiden Serahkan 320 Sertifikat Wakaf di Aceh

“Akses jalan, dermaga, bangunan, Breakwater, pembebasan lahan telah dilakukan dan siap dioperasionalkan,” tambahnya.

Dirinya menjelaskan jika saat ini pembangunan dermaga niaga terus dikerjakan dan ditargetkan selesai tahun 2016 mendatang dengan target luas lahan 400 hektar termasuk untuk terminal petikemas. (JN01)

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...