Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Beras Mahal, Efek Permainan Politik Menjadi Salah Satu Sebab

Beras Miskin. (Foto : VIVA)

SEMARANG, Jowonews.com – Salah satu penyebab harga beras tinggi dalam dua minggu terakhir ternyata bukan hanya permainan spekulan. Lebih dari itu, beras raskin ternyata dipergunakan untuk kepentingan politik.

Beras raskin bulan November-Desember tahun 2014, ternyata penyalurannya diajukan pada bulan Februari-Maret. Yaitu menjelang pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) legislatif 2014.

Fakta itu diungkapkan secara gamblang oleh Kepala Bulog Divisi Regional Jateng Damin Hartono dalam rapat kerja dengan Komisi B DPRD Jateng. “Dari pengamatan kami ada empat penyebab tingginya harga beras saat ini. Pertama penyaluran raskin untuk bulan November dan Desember 2014, sudah diajukan bulan Februari-Maret menjelang pemilu legislatif,”ungkapnya, kemarin.

Rapat dengan Komisi B itu selain dihadiri oleh Bulog Divisi Regional Jateng, juga diikuti Badan Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Dinas Perdaganga, Perindustrian dan Biro Produksi Pemprov Jateng.

Kedua penyaluran untuk bulan Januari 2015 juga mengalami keterlambatan. Penyebabnya ada wacana raskin akan diganti uang. Sehingga akhir Januari 2015, tepatnya tanggal 26 baru bisa dicairkan lagi.

Ketiga, disisilain musim panen raya padi juga molor dari yang seharusnya, bulan Februari. Sehingga terjadi musim paceklik. Hal itu diperparah terjadinya penurunan hasil panen di Jateng. Tahun 2013 hanya 10 juta ton dan tahun 2014 hanya 9 juta ton.

“Jadi selama ini terjadi kekosongan raskin selama tiga bulan,”tegasnya.

Damin Hartono menyampaikan, untuk mengatasi itu penyaluran raskin harus dipercepat, untuk menutup kekosongan selama 3 bulan itu. Tapi kalau raskin belum bisa, harus segera dilakukan operasi pasar (OP).

“Kita tahun 2015 belum mengadakan operasi pasar. Untuk operasi pasar butuh subsidi. Kalau subsidi belum dianggarkan ya tidak bisa apa-apa,”katanya.(JN01)

BACA JUGA  Jateng Tercepat Salurkan Raskin ke 13 dan 14

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...