Jowonews

Pengamat: Hendi-Ita Terlalu Tangguh untuk Dilawan

 

hendiitaSEMARANG, Jowonews.com –Keputusan DPP PDIP mengeluarkan rekomendasi lebih awal untuk Hendrar Prihadi-Hevearita GR sebagai pasangan bakal calon (balon) walikota/wakil walikota Semarang tidak bisa dianggap remeh. Keputusan itu, sesungguhnya menunjukkan kesiapan dan kepercayaan diri PDIP untuk memenangkan pilkada Semarang.

Analisa itu disampaikan pengamat politik dari Undip Semarang, Teguh Yowono. Sehingga siapapun yang akan maju dalam pilkada Koata Semarangm, harus mempertimbangkan matang-matang. “Kesiapan tersebut perlu dipertimbangkan para pesaingnya. Partai maupun koalisi lain pastinya berfikir keras mengenai siapa sosok yang pantas bersaing dan bertanding dengan Hendi-Ita,”ungkapnya, Rabu (1/7).

Menurutnya, lawan politik pasti sudah berfikir bahwa pastinya tidak mudah dan tidak murah menandingi Hendi-Ita yang dirasa masih sangat kuat. Hal tersebut akan menjadi pertimbangan untuk menentukan pasangan balon yang akan ditandingkan dengan Hendi-Ita.

“Jika mengsung nama lama dalam perpolitikan, akan dihitung kemampuannya, apakah mampu atau tidak. Sedangkan jika ingin mengusung nama baru, akan membutuhkan waktu lama juga untuk mengkonversi nama baru tersebut hingga dikenal publik. Ini tidaklah mudah dan murah,” tambahnya.

Kondisi itu akan mempengaruhi kalkulasi kekuatan partai maupun koalisi lain. Apalagi secara dini juga, PDIP mengumumkan rekomendasinya di tiga daerah calon incumbent lainnya, di Jateng yang merupakan prioritas PDIP untuk memenangi pilkada.

Teguh meyakini, saat ini partai pesaing akan detail menghitung siapa-siapa yang nantinya akan diusung. Mereka akan menimbang menang atau kalah dan keuntungan yang diperoleh Parpol ketika mengusung nama bakal calon tertentu.

“PDIP paling siap menghadapi pilkada tahun ini, padahal biasanya PDIP mengumumkan calonnya di menit terakhir masa pendaftaran. Tahun ini paling cepat diantara koalisi maupun partai lain,” jelasnya.

Meski demikian, Teguh juga menilai langkah dini PDIP mengumumkan pasangan balon juga menguntungkan partai lain. Pesaing bisa menghitung kekuatan di kantog-kantong suara yang menjadi basis kekuatan PDIP.

Pesaing akan lebih mengarahkan pada pemecahan suara yang ada di kecamatan atau daerah yang sekiranya mampu dijadikan celah.

“Efek buruknya jika ada partai yang semula ingin bergabung di PDIP, mungkin akan berfikir ulang untuk koalisi. Lantaran PDIP sudah mengusung calon dari internal partainya sendiri,” bebernya.

Secara terpisah pengamat politik dari Unwahas Semarang Joko J Prihatmoko juga menyampaikan analisa yang tidak jauh beda. Menurutnya, peluang Hendrar Prihadi untuk terpilih menjadi walikota Semarang kembali sangat terbuka. “Memang saya belum melakukan survei. Tapi menurut saya peluang mas Hendi masih sangat besar,”katanya.

Sederhana saja, Joko beralasan selama kepemimpinannya, nyaris tidak ada persoalan yang berarti. Meski diketahui semua, dia memimpin Kota Semarang tanpa didampingi seorang wakil walikota. “Bahkan faktanya, pembangunan di Kota Semarang juga berjalan baik dan merata. Tidak ada kesenjangan antar daerah. Semua jalan jua mulus,”tukasnya. (JN01)

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...