Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Perempatan Jalan Gajah Akan Dilebarkan

Kondisi Jalan Jolotundo yang masih terkendala adanya satu lahan yang belum mau menerima pembebasan. Pemkot Semarang akan menempuh langkah konsinyasi untuk menyelesaikan persoalan ini.
Kondisi Jalan Jolotundo yang masih terkendala adanya satu lahan yang belum mau menerima pembebasan. Pemkot Semarang akan menempuh langkah konsinyasi untuk menyelesaikan persoalan ini.
Kondisi Jalan Jolotundo yang masih terkendala adanya satu lahan yang belum mau menerima pembebasan. Pemkot Semarang akan menempuh langkah konsinyasi untuk menyelesaikan persoalan ini.

SEMARANG, Jowonews.com – Pemkot Semarang berencana melebarkan perempatan di Jalan Arteri Soekarno-Hatta dan perempatan di Jalan Gajah Raya – Medoho tahun 2016. Dalam pelebaran itu, sedikitnya ada empat rumah yang akan terkena pelebaran tersebut.

Kabar pelebaran perempatan jalan ini disampaikan Kepala Dinas Bina Marga Izwar Aminuddin ketika mendampingi Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto ketika menerima silaturahim Dewan Pelaksana Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (DPP MAJT) kemarin. 

Rombongan MAJT dipimpin Ketua Dr H Noor Achmad MA dan Ketua Pengajian Ibu-ibu Masjid Agung Jateng (PIMA-JT) Dr Nur Kusuma Dewi MSi, para wakil ketua dan ketua bidang.

Tavip Supriyanto mengatakan, pelebaran di dua perempatan itu memang mendesak dilakukan. Selain jumlah kendaraan memang sekin padat, sarana dan prasarana yang mendukung kebesaran dan kemegahan MAJT harus didukung. “Jalan Gajah Raya sudah tidak mampu lagi menampung arus lalu lintas terutama wisatawan yang datang dari dalam dan luar negeri menuju Masjid Agung. Jalan Gajah Raya mendesak untuk dilebarkan,” kata Tavip.

Hanya saja, menurut Azwar Aminuddin, pelebaran itu mengalami kendala untuk pembebasan PKL yang membuat bangunan di atas saluran air dan toko-toko.

“Untuk Jalan Gajah Raya belum bisa dilebarkan dalam waktu dekat. Setidaknya dengan melebarkan dua perempatan di Jalan Gajah yaitu di ujung Jalan Arteri Soekarno-Hatta dan di Jalan Medoho akan mampu mengurangi kemacetan di jalan tersebut,” jelas Izwar, sambil mengatakan proyek pelebaran ini akan dimulai 2016.

Ketua MAJT Noor Achmad mengakui pihaknya mendapatkan keluhan dari sopir bus besar yang datang dari berbagai kota mengalami kesulitan, karena biasanya macet total sampai di dua perempatan tersebut.  Selain itu, dia berharap agar Pemkot Semarang memfasilitasi pembangunan jalan tembus dari MAJT ke arah selatan menuju Jalan Jolotundo yang sudah mulai dikerjakan.

BACA JUGA  Kompak, Tiga Masjid Besar Semarang Sumbang 198 Juta untuk Korban Bencana Banjarnegara

“Jalan tembus menuju MAJT dari arah jalan Citarum Arteri Soekarno penerangan jalan masih sangat minim sehingga rawan kejahatan. Mohon Pak Wali membantu tambahan penerangan jalan,’’ tutur Rektor Unwahas itu.

Berkaitan dengan rencana relokasi sementara pedagang Pasar Johar di sebelah utara MAJT, Noor Achmad mendukung dan menyambut baik. Namun untuk memudahkan akses ke lokasi itu, dia meminta agar di ujung jalan dibuatkan semacam boulevard di ujung jalan. Saat ini untuk menuju MAJT dari Arteri Soekarno-Hatta harus memutar sampai depan SPBU Masjid Agung Semarang (MAS). ‘’Pulau jalan harus dibuka untuk memudahkan akses,’’ tuturnya.

Pj Wali Kota menyetujui semua harapan dan permintaan Ketua MAJT itu. Bahkan untuk memberi nilai manfaat kepada Tanah Wakaf Bandha Masjid Agung Kauman Semarang (MAS) yang dipakai untuk relokasi sementara pedagang Pasar Johar. Pemkot menyiapkan dana sewa sebesar Rp1 miliar setahun. (JN01)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...