Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Waduh, Bandungan Kian Kumuh

Kondisi lapak sementara pedagang Pasar Bulu di tempat penampungan sementara.

Kondisi lapak sementara pedagang Pasar Bulu di tempat penampungan sementara.

UNGARAN, Jowonews.com – Pada hari libur seperti Sabtu dan Minggu, lalu lintas sawasan wisata Bandunga Kabupaten Semarang selalu macet. Hal ini diakibatkan karena masih banyaknya pedagang di trotoar. Sehingga trotoar tidak dapat digunakan oleh para pejalan kaki, terpaksa harus menggunakan sebagai akses utama berjalan.

Seperti diungkapkan oleh Arif Syarifudin (40) warga Tengaran Kabupaten Semarang. Dia menyatakan sebenarnya Bandungan merupakan surga wisata. Namun wisatawan menjadi malas ke Bandungan karena lalu lintas tidak teratur dan sulit mencari area parkir. 

“Saat pagi memang lumayan lancar, tapi saat siang hingga sore pasti macet. Untuk berjalan dari Gedongsongo hingga Ambarawa harus 2 jam perjalanan. Padahal saat hari biasa tidak sampai 1 jam perjalanan menggunakan mobil. Ini akibat tidak tertatanya kawasan Bandungan,” ujar Arif, Minggu (6/9).

Kondisi kawasan Bandungan yang semrawut ini juga menjadi keprihatinan anggota DPRD Kabupaten Semarang, Said Riswanto. Dia menyatakan Bandungan butuh penanganan serius. Pemerintah Kabupaten Semarang semestinya melakukan penertiban dan penataan pedagang  kawasan Bandungan.

“Kalau trotoar digunakan untu berjualan jelas itu keliru, karena trotoar untuk pejalan kaki. Kalau pejalan kaki terserempet kendaran siapa yang harus bertanggung jawab,” ujar Said yang sekaligus anggota legislatif mewakili Bandungan dan Sumowono ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto. Dia menyatakan semestinya pemerintah segera menangani kawasan Bandungan. Jika terus-terus dibiarkan kumuh dan semprawut seperti saat ini justru tidak menambah wisata Bandungan.

Menurut Bambang, pemetintah semestinya tegas dalam mengambil tindakan.  Para pedagang disuruh masuk ke dalam pasar. Seperti pedagang bunga yang telah disediakan pasar khusus pasar bunga di desa Candi Bandungan, tetapi pedagang justru memilih berjualan di trotoar dan pinggi jalan.

BACA JUGA  Bangunan Pasar Klewer Dirobohkan

“Pemerintah harus tegas menindak, jangan sampai trotoar justru digunakan untuk berdagang. Pasar bunga Bandungan sudah dibikinkan, tapi kalau tidak ditempati buat apa dibangun,” tegas politisi PDIP ini. (JN01)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...