Jowonews

Logo Jowonews Brown

2721 Mahasiswa UNS Ikuti KKN

Ravik-KarsidiSolo, Jowonews.com – Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Ravik Karsidi melepas sebanyak 2.721 mahasiswa untuk mengikuti program kuliah kerja nyata (KKN) ke sejumlah daerah di Indonesia.

“Mahasiswa peserta program KKN harus bisa menjaga nama baik universitas dan manfaatkan ilmu yang didapat di kampus untuk ditransfer kepada masyarakat sehingga bisa memberikan nilai tambah dalam kehidupan sehari-hari,” kata Ravik Karsidi saat melepas mahasiswa KKN di Solo, Kamis (2/7) kemarin.

Kepala Unit Pelaksana (UP) KKN UNS Solo, Rahayu, mengatakan dari 2.721 mahasiswa peserta KKN tersebut, sebagian besar atau sebanyak 2.169 mahasiswa KKN di Pulau Jawa di 20 Kabupaten, 46 Kecamatan dan 247 desa. Peserta KKN berasal dari sembilan fakultas, terdiri Fakultas KIP, Fakultas Sastra, FISIP, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik dan Fakultas MIPA.

Dia mengatakan bahwa ke 1.169 mahasiswa tersebut menempati lokasi masing-masing 142 mahasiswa di 10 Kelurahan di Solo, 140 mahasiswa di 15 desa di Klaten, 203 mahasiswa di 22 desa Boyolali, 195 mahasiswa di Wonogiri, 198 mahasiswa di Sukoharjo, 240 mahasiswa di 24 desa di Karanganyar, dan 200 mahasiswa di 20 desa di Sragen.

Selain itu, lanjutnya, sebanyak 177 mahasiswa di 20 desa di Pacitan, 136 mahasiswa di 14 desa di Magetan, 125 mahasiswa di 13 desa di Ngawi, 113 mahasiswa di 12 desa di Grobogan, 135 mahasiswa di 17 desa di Pati, 96 mahasiswa di 10 desa di Demak, 45 mahasiswa di tiga desa di Magelang, 69 mahasiswa di enam desa di Malang, 20 mahasiswa di dua desa di Wonosobo, 10 mahasiswa di satu desa Madiun, 10 mahasiswa di satu desa di Bandung, 10 mahasiswa di satu desa di Gunung Kidul, 29 mahasiswa di dua desa di Blitar dan 100 mahasiswa di tiga kecamatan KKN PPM Dikti.

BACA JUGA  Acara Jumenengan Keraton Solo Dihadiri Sejumlah Tokoh Penting

Selain di Pulau Jawa, Rahayu mengatakan peserta KKN juga ada yang di luar Pulau Jawa sebanyak 300 mahasiswa tersebar di 12 provinsi, meliputi Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur (NTT) 20 mahasiswa, Timor Tengah Selatan, NTT 49 mahasiswa, Kabupaten Barito Selatan 23 mahasiswa, Kabupaten Manggarai Barat, NTT 10 mahasiswa, Kabupaten Lombok Timur 22 mahasiswa, dan Kabupaten Wakatobi Sulteng 15 mahasiswa.

“Pelaksanaan KKN dilakukan selama 1,5 bulan dan mahasiswa wajib untuk tinggal bersama masyarakat. Mahasiswa itu akan didampingi 134 orang dosen pembimbing lapangan (DPL) terdiri atas 124 orang DPL Pulau Jawa dan 10 orang DPL di luar Jawa,” jelas Rahayu.

Rahayu mengatakan untuk Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara sebanyak 15 mahasiswa, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Balitung 20 mahasiswa, Kabupaten Oku Selatan, Provinsi Sumatera Selatan tujuh orang, Kabupaten Jembrana Pulau Bali 20 mahasiswa, Kota Kinabalu Sabah, Malaysia1 enam mahasiswa, dan Kepulauan Riau delapan mahasiswa. (JN03)

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...