Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Anggota DPRD Jateng Kompak Kritik Ganjar

 

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau Jembatan Comal di Jalur Pantura, Pemalang, Jateng, Kamis (24/7)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau Jembatan Comal di Jalur Pantura, Pemalang, Jateng, Kamis (24/7)

SEMARANG, Jowonews.com – Hubungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan anggota DPRD Jawa Tengah kembali panas. Pasalnya, perilaku maupun ucapan orang nomer satu di Jateng tersebut selama ini dinilai tidak beretika. Bahkan statemennya sering kali menjatuhkan anggota dewan di masyarakat umum.

Hal itu disampaikan hampir semua Fraksi di DPRD Jateng, saat Rapat Paripurna dengan agenda Pandangan Umum Fraksi Terhadap Penyampaian Raperda tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Jateng Tahun Anggaran (TA)  2014, di Gedung Berlian, Senin (15/6). Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Jateng dari PKB, Sukirman.

“Kami berharap dalam forum-forum resmi atau dengan media, Gubernur tidak perlu menjatuhkan DPRD terkait kebijakan-kebijakan pemerintah. Ini menjadi keputusan lembaga (DPRD Jateng, red), karena disampaikan semua fraksi,” tegas Sukirman dengan lantang.

Karena sudah menjadi keputusan lembaga, Sukirman minta kepada Asisten II Joko Sutrisno yang merangkap sebagai Plh Sekda (yang mewakili gubernur dalam rapat paripurna, red), supaya apa yang disampaikannya itu, disampaikan kepada Gubernur.

“Jawaban resmi Gubernur atas apa yang kami sampaikan kita tunggu saat rapat paripurna, Jumat (19/6) mendatang,” tutup Sukirman sembari mengetok palu, untuk menunda sidang parpipurna.

Joko Sutrisno ketika dikonfirmasi usai paripurna menyampaikan belum bisa memberi tanggapan. Sebab, itu merupakan penilaian dari masing-masing pihak. Namun demikian, ia berjanji, apa yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD Jateng terkait Gubernur tersebut akan disampaikan kepada Gubernur langsung.

Sementara itu, sebelum Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman menyampaikan semua itu, 8 fraksi di DPRD Jateng memang telah menyampaikan pandangan umumnya secara bergantian. Tujuh dari 8 fraksi, memang menyoroti cara komunikasi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Satu-satunya fraksi yang tidak menyoroti persoalan itu adalah Fraksi PDIP.

BACA JUGA  Kudus Usulkan Bankeu Lewat Ganjar Rp 85 M

Namun demikian, apa yang disampaikan 7 fraksi itu, sebenarnya memang menjadi keputusan bersama dalam rapat pimpinan DPRD Jateng. Termasuk di dalamnya adalah FPDIP.

Fraksi Partai Demokrat (FPD) dengan juru bicara Kukuh Birowo, termasuk fraksi yang keras menyoroti persoalan tersebut. FPD minta Gubernur menjaga etika, baik ucapan maupun perilaku yang baik sebagai seorang negarawan. Sehingga sesuai kepribadian bangsa dan berbudaya.

“Gubernur Jateng selaku kepala daerah dan Pimpinan Dewan selaku wakil rakyat wajib menjaga etika. Baik ucapan maupun perilaku yang baik sebagai seorang negarawan yang sesuai kepribadian bangsa dan berbudaya,” ungkapnya.

Menurut FPD, rakyat Jateng butuh suri tauladan yang baik di tingkat lokal Jateng. Gubernur dan Pimpinan Dewan adalah modelnya. Dengan berjalan dan bekerja sama, demi kepentingan masyarakat, tanpa saling sikut. Apalagi saling menjatuhkan adalah kunci keberhasilan seorang pemimpin.

Kalau ada persoalan, diminta diselesaikan secara musyawarah dan mufakat. Sehingga diharapkan tidak terjadi kegaduhan politik di tingkat lokal Jateng. Kalaupun ada dapat diminimalisir dengan cara duduk bersama.

“Kita tidak ingin terjadi kegaduhan politik seperti yang terjadi di provinsi lain. Yang berakibat mandeknya pembangunan dan akhirnya masyarakat menjadi korban,” tukasnya.

Pernyata tidak kalah keras disampaikan Fraksi PPP DPRD Jateng. FPPP berharap Gubernur bisa memberi contoh komunikasi yang baik antara penyelenggara pemerintah daerah (pemda). “FPPP berharap kepada saudara Gubernur agar dapat memberi contoh komunikasi yang baik antar penyelenggara pemerintah daerah,” ungkap Ketua FPPP Abdul Aziz.

Gubernur Ganjar diminta tidak memberikan pernyataan-pernyataan yang dapat menimbulkan disharmonis antar penyelenggara pemda.

Permintaan itu disampaikan karena dalam beberapa kesempatan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo telah menunjukkan sikap seolah-olah ada komunikasi yang kurang baik antar penyelenggara pemerintah daerah.FPKS, PKB, FPAN, F-Golkar dan Gerindra juga menyampaikan hal yang sama Gubernur juga diminta meningkatkan komunikasi dan koordinasi bersama dengan DPRD dalam menghadapi berbagai permasalahan pembangunan di Jawa Tengah. (JN01)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...