Jowonews

Logo Jowonews Brown

BLH Rangsang Kecintaan Lingkungan dengan Lomba Kelurahan Bersih Hijau

BlhSEMARANG, Jowonews.com – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jawa Tengah terus melakukan upaya meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.  Salah satunya dilakukan dengan menyelenggarakan lomba ‘lingkungan kelurahan bersih dan hijau’, yang diikuti seluruh kelurahan di kabupaten/kota se-Jateng.

Salah satu peserta lomba  adalah Kelurahan Krapyak, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Dimana tim dari BLH Jateng pada pada hari Selasa (16/6) lalu, melakukan penilaian langsung ke kelurahan tersebut.

Kabid Pengembangan Kapasitas dan Pengamanan Lingkungan Hidup BLH Jateng Dr.Hari Wibowo SH M.Hum, saat ditemui disela-sela penilaian menyatakan, lomba ini sengaja digelar untuk meningkatkan partisipasi masyarakat perkotaan dalam pelestarian lingkungan.

“Sengaja kita pilih kelurahan bukan desa. Karena masyarakat perkotaan biasanya kurang peduli terhadap lingkungan. Selain itu harapan kami agar masyarakat kota bisa memberikan contoh kepada elemen masyarakat lain tentang pelestarian lingkungan.” ungkap Hari Wibowo.

Dari penilaian yang di lakukan di Kelurahan Krapyak, Hari mengatakan bahwa memang kesadaran masyarakat memiliki peran tinggi dalam pelestarian lingkungan. Krapyak yang saat ini menjadi salah satu kelurahan dengan tingkat industri tinggi, sangat perlu penghijauan. Yaitu dengan melakukan penanaman pohon untuk mengimbangi kadar CO2 pada udara yang dihirup masyarakat.

“Kita lihat, lahan disini yang tak terpakai ditanami, hijau. Ini luar biasa, dan saya yakin di tempat lain yang ikut lomba ini kondisinya juga demikian. Karena dari data yang kami lihat memang bagus-bagus. Ini nyata membantu mengurangi pencemaran udara, udara jadi bersih,” bebernya.

Ditempat yang sama Lurah Krapyak, Titik Suharni, SH, M.Si, mengaku sangat senang dengan adanya program ini. Karena program ini memacu masyarakat di kelurahannya lebih kreatif sekaligus sehat.

Menurutnya, saat ini setiap sampah yang keluar dari rumah sebagian besar bisa dimanfaatkan. “Sampah selain di jadikan berbagai produk juga dibuat pupuk. Untuk sampah daun kita bikin composting, terus digunakan untuk kebun kita. Ada yang dijual juga,” kata Titik.

BACA JUGA  Abrasi, Pantai Sendang Sikucing Kendal Terancam Hilang

Ditambahkannya, kelurahannya awalnya mewakili Kecamatan Semarang Barat,  mengikuti lomba ini di tingkat Kota Semarang. Setelah terpilih menjadi juara, Krapyak mewakili Kota Semarang mengikuti lomba di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Titik berharap, kelurahan bisa mendapatkan reward dari program ini. Dengan mendapat reward, bisa membuat warganya menjadi lebih bersemangat lagi.

“Saat ini program ini berjalan di beberapa RW, kalau nanti menang bisa menyemangati RW lain untuk ikut mengelola lingkungan seperti yang sudah berjalan, “tutupnya.

Sementara itu, Sri Warsono, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Gaya, RT 3 RW 6 Krapyak mengaku senang bisa berperan serta dalam berbagai aksi ramah lingkungan. Ibu yang sudah sepuh, namun energik tersebut memimpin KWT Gaya yang saat ini mengelola sebuah kebun di bantaran sungai di perumahannya.

Pemanfaatan lahan kosong tersebut cukup produktif dengan berbagai varian tanaman. Dari mulai tanaman obat, tanaman hias hingga bumbu dapur.

“Jahe, kunir sampai kersen, semua ada disini, semua bermanfaat,” katanya riang.

Hari Wibowo menambahkan, lomba antar kelurahan ini bisa dikatakan warming up Adipura. Ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk turut bertanggungjawab terhadap lingkungannya sesuai dengan UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Diselenggarakan dalam rangka hari jadi Provinsi Jawa Tengah ke 58 yang puncaknya Agustus

“Para pemenangnya nanti akan menerima perhargaan dari Pak Gubernur langsung waktu peringatan hari jadi Provinsi Jateng, “pungkasnya. (JN01)

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...