Jowonews

Calon Walikota Patungan Dana Pazaar Seni

hendiSemarang, Jowonews.com – Sekali dayung, dua sampai tiga pulau terlampui. Itulah peribahasa yang dapat tergambar pada acara Dialog budaya yang digelar oleh panitia Pazaar Seni di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Jl. Sriwijaya No 29 Semarang, Rabu (12/8) lalu.

Hal tersebut dapat dikatakan lantaran para bakal calon dimintai kekurangan pembiayaan dana Pazaar Seni yang sebelumnya juga bakal calon beserta pendukungnya diharapkan untuk dapat menghadiri acara dialog budaya tersebut yang bersifat umum guna menarik simpatisan untuk menghadiri acara dialog tersebut.

Acara Dialog budaya “Membangun Bersama Kebudayaan Kota Semarang” di Taman Budaya Raden Saleh tersebut ditutup dengan lelang lukisan. Di luar dugaan, lelang menghasilkan angka cukup fantastis Rp 136 juta lebih yang sebelumnya tidak diketahui oleh para bakal calon mengenai lelang lukisan tersebut. 

Lukisan tersebut adalah hasil goresan kuas Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ketika pembukaan Pazaar Seni, Sabtu (8/8) kemarin. Goresan huruf H dengan lambang cinta di atasnya itu dilanjutkan oleh pelukis Michelle dari Jakarta dan Kokok Nugroho dari Semarang.

Ketua Dekase Mulyo Hadi Purnomo mengatakan bahwa panitia masih kekurangan biaya untuk penyelenggaraan Pazaar Seni 2015. “Makanya kami meminta kesediaan tiga calon untuk menyumbang. Sumbangan terbanyak akan mendapat lukisan yang diawali goresan bersejarah,” katanya.

Lelang dimulai dari Soemarmo yang menyebutkan nominal Rp 25 juta. Namun Soemarmo mengatakan bahwa ia ikhlas memberikan uang untuk menyumbang meski tidak memenangkan lelang. “Uang saya tidak banyak, saya menyumbang Rp 25 juta saja, tapi saya tidak mengambil lukisan,” katanya.

‎Sedangkan Sigit Ibnugroho, mengatakan bahwa komitmen pemimpin daerah pada kesenian tidak bisa ditunjukkan dengan uang. Namun begitu ia bersedia menyumbang Rp 50 juta. “Kalau lima puluh juta saya ada,”Ucapnya.

Hendrar Prihadi yang diberi kesempatan terakhir di luar dugaan tidak menyebutkan nominal. Ia malah bertanya kepada Mulyo Hadi Purnomo. “Mas, kurangnya berapa to? jangan-jangan dari mereka sudah tertutup?” Tanyanya.

Mulyo kemudian mengambil amplop coklat yang didalamnya terdapat rincian kekurangan dana membacakan isinya. “Ini asli ya, catatan pembiayaan Pazaar Seni masih kurang Rp 60.700.000,” ujarnya.

Mengetahui itu, Hendi langsung menyangggupi untuk menutup seluruh kekurangan itu. “Wes tak tutup, tak tutup,” kata dia, disambut sorakan pendukungnya. 

Dengan demikian Hendi dengan sumbangan terbanyak berhak membawa pulang lukisan Ganjar. Di luar ekspektasi panitia, pendukung Hendi pun ikut-ikutan menyumbang‎. “Sebagai wujud kepedulian kami pada kesenian, pendukung Hendrar Prihadi akan saweran,” kata Nanang Setyono, dari serikat buruh pendukung Hendi.

Hasil saweran ‎itu tercatat berjumlah Rp 1.570.000. Ditotal dengan sumbangan Soemarmo, Sigit, dan Hendi, maka total hasil dialog budaya sore itu menghasilkan Rp 137.270.000. Hasil lelang tersebut nantinya akan dgunakan untuk menutup kekurangan biaya acara dari rangkaian Pazaar Seni 2015 yang digelar Dewan Kesenian Semarang (Dekase) yang diikuti ratusan pelukis se-Jawa Bali berlangsung hingga 16 Agustus mendatang. (JN14)

 

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...