Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Diknas Beri Kebebasan Sekolah

Salah satu PAUD Masjid di sekolah Al azharSALATIGA, Jowonews.com –  Kepala Disdikpora Kota Salatiga Dra Gati Setiti M.Hum mengatakan, sekolah SMA sederajat di Kota Salatiga diberi kebebasan untuk memilih hari sekolah. Apakah lima hari sekolah atau tetap enam hari sekolah.

“Sesuai dengan surat edaran Gubernur Jateng, disebutkan aturan tersebut tidak diwajibkan, namun sekolah dipersilahkan untuk memilih, bila sudah siap melaksanakan lima hari sekolah, ya tidak apa-apa, bila belum ( masih enam hari sekolah) juga tidak apa-apa,” ujarnya.

Dikatakan Gati, sejumlah sekolahan SMA sederajat di Kota Salatiga belum semuanya menerapkan lima hari sekolah, masih ada beberapa yang enam hari sekolah. “Baik yang lima hari sekolah maupun yang masih enam hari sekolah, semua kita ( Diknas) buatkan kalender pendidikannya,” ujarnya.

Dijelaskan Gati, aturan lima hari sekolah itu hanya diperuntukkan bagi sekolah SMA sederajat, karena nantinya di tahun 2017, jenjang sekolahan itu langsung dibawah Diknas Provinsi. “Jadi hanya SMA sederajat saja yang lima hari kerja, untuk SD dan SMP tetap enam hari,” imbuhnya.

Dikatakan Gati, dari penerapan lima hari sekolah di sejumlah sekolahan yang sudah berjalan di sejumlah sekolahan, selama ini tidak ada komplain. Namun demikian, ada keluhan terkait jam pulang sekolah hingga sore.” Ya ada yang sms ke saya, jam pulang sore anak sudah lelah, tidak bisa les atau kegiatan keagamaan, begitu keluhannya,” ujarnya.

Menurut dia, keluhan itu manusiawi, sehingga dari awal aturan ini tidak memaksa dan tergantung dari pihak sekolahan masing-masing. Gati menambahkan, aturan lima hari sekolah dan enam hari sekolah itu masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya.

“Mungkin dengan lima hari sekolah, sabtu libur bisa ledih dekat dengan keluarga, meningkatkan kualitas hubungan di keluarga. Bisa digunakan maksimal untuk belajar di rumah,” imbuhnya.

BACA JUGA  Bakal Dipanggil DPRD, Kejati Koordinasi Dengan Pemprov

Diberitakan sebelumnya, penerapan lima hari sekolah yang sudah diberlakukan di sekolah SMA sederajat di Kota Salatiga menuai kritik dari kalangan dewan. Aturan tersebut dinilai banyak mudharatnya daripada manfaatnya.

“Penerapan lima hari sekolah untuk SMA sederajat di Salatiga harus dievaluasi. Banyak keluhan dari para guru dan murid ke Dewan,” ujar salah seorang anggota DPRD Supriyono kepada Jowonews.com.

Menurut dia, dengan penerapan lima hari sekolah itu, jam pulang sekolah otomatis lebih lama yaitu sampai sore sekitar pukul 15.30 WIB. Dengan kondisi tersebut, para guru dan siswa sudah berada dalam titik lelah dan jenuh, baik fisik maupun  mental (pikiran). “ Otomatis, malamnya capek dan justru malah tidak bisa belajar. Ini fakta, sehingga kami meminta pihak terkait untuk mengevaluasi aturan lima hari sekolah ini,” imbuh politisi PDIP ini.(JN01)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...