Jowonews

Empat Parpol Membelot ke Seno, Koalisi Boyolali Bangkit Pecah

Bupati Boyolali Seno Samodro. (Foto : Soloraya online)
Bupati Boyolali Seno Samodro. (Foto : Soloraya online)

BOYOLALI, Jowonews.com – Suhu politik di Boyolali menjelang pemilihan kepada daerah (pilkada) 9 Desember, mulai panas. Pasalnya, sekarang ini mulai terjadi perang urat saraf antara bakal calon (balon), parpol dan para pendukungnya.

Kabar terbaru, PDIP sebagai pengusung utama Seno Samudro-Said Hidayat sebagai pasangan balon bupati/wakil bupati Boyolali, mulai menggembosi Koalisi Boyolali Bangkit (KBB) yang terdiri Partai Golkar, Demokrat, PAN, Gerindra dan PKS.

Sesepuh DPC PDIP Boyolali Seno Kusumoarjo mengklaim sekarang ini sudah ada empat parpol anggota KBB yng membelot dan bergabung dengan PDIP. Empat parpol itu sepakat ikut mendukung dan mengusung pasangan Seno Samudro-Said Hidayat dalam pilkada mendatang.

Namun sayang, parpol apa saja dari anggota KBB yan bergabung PDIP untuk mendukung Seno Samudro-Said Hidayat, Seno Kusumoarjo tidak mau membeberkan.  “Nanti saja, akan diumumkan secara terbuka pada saatnya,” ujar Seno Gede, sapaan akrabn Seno Kusumoarjo, kemarin.

Menurut dia, kesepakatan bergabungnya empat parpol itu terjadi Minggu (28/6) malam. Kesepakatan itu merupakan kesepakatan politik tanpa embel-embel money politik. Kesepakatan tersebut dijalin dengan semangat membangun Boyolali bersama-sama, agar semakin maju.  “Kesepakatan itu dilakukan langsung dengan pimpinan ke empat parpol tersebut. Mereka yang punya wewenang untuk tanda tangan dukungan,” kata Seno.

Meski demikian, Seno menyatakan masih membuka diri bagi parpol lain yang ingin bergabung dengan PDIP mengusung balon incumbent Seno Samodro-Said Hidayat dalam Pilkada 2015. Kesepakatan dengan empat parpol merupakan wujud dari komunikasi yang terus dibangun dengan parpol lain selama ini. Khusus untuk Golkar yang memiliki dua kubu, komunikasi juga dijalin ke masing-masing kubu. Hanya saja, nanti yang akan diadopsi dukungannya yaitu kubu yang kepengurusannya berhak mendaftar ke KPUD. 

Ditambahkan Seno, dengan bergabungnya empat parpol anggota KKB, maka KBB sekarang sudah tidak solid lagi. Bahkan, KBB bisa dikatakan pecah. Sejak awal, pihaknya mempertanyakan keseriusan KBB dalam mengusung pasangan balon dalam pilkada. “Dengan dua parpol yang tersisa, tidak memungkinkan mengusung pasangan balon dalam pilkada,”tegasnya.

Sementara itu sinyal gonjang-ganjing di tubuh KBB semakin ketara. Salah satunya, hingga saat ini belum memunculkan pasangan balon. Ketua Harian KBB, Syaifudin Manaf, mengatakan hingga saat ini belum ada finalisasi pasangan balon dari KBB. Menurutnya, saat ini masih proses uji kelayakan. “Nama Agus Purmanto banyak disebut dan memiliki kans cukup bagus, ditunggu saja,” ujar dia. (JN01)

Tinggalkan komentar