Jowonews

Logo Jowonews Brown

Jateng Park Diambil Alih Perhutani Jateng

Jateng Park. (Foto : IST)
Jateng Park. (Foto : IST)
Jateng Park. (Foto : IST)

SEMARANG, Jowonews.com – Pengelolaan pembangunan dan pengembangan Jateng Park yang semula dipegang oleh Perum Perhutani pusat, per 29 Juli 2015 akan dilimpahkan ke Perhutani Divisi Regional (Divre) Jateng. Pelimpahan tersebut bersamaan dengan penyerahan seluruh aset wisata di Jawa Tengah.

“Sebelumya, aset-aset wisata dikelola oleh Perum Perhutani divisi wisata yang berkantor pusat di Bandung. Tidak hanya di Jawa Tengah, pengelolaan aset wisata di provinsi lain juga diserahkan ke masing-masing daerah,” kata Sekretaris Perhutani Divre Jateng, Arief Hidayat, baru-baru ini.

Menurut Arief, tujuan pelimpahan pengelolaan aset wisata agar lebih efisien. Diharapkan pengembangan aset wisata milik Perhutani menjadi lebih optimal.

Terkait rencana pembangunan Jateng Park, sampai saat ini baru tahap penyempurnaan master plan. Rencana bisnis akan segera disusun. Setelah rencana bisnis tersusun dan disetujui, maka akan dibuat klaster bisnis yang akan ditawarkan ke investor. “Sampai saat ini belum ada investor yang tertarik,” katanya.

“Kesannya memang agak lama, karena harus menyamakan visi dan misi empat pihak yang akan mengelola. Empat pihak tersebut adalah Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Perum Perhutani, Pemprov Jateng, dan Pemkab Semarang. Operator tetap dipegang oleh Perum Perhutani,” tuturnya.

Terkait soal akses keluar masuk ke Jateng Park melalui Tol Ungaran-Semarang, kewenangan tersebut ada di tingkat kementerian. Begitu pula dengan sistem penggunaan lahan apakah akan menggunakan sistem pinjam pakai atau tukar-menukar.

Pembangunan Jateng Park di Wana Wisata Penggaron Kabupaten Semarang akan dibangun dan ditata area wisata yang terbagi tujuh bagian seluas sekitar 200 hektare, dari luas total 500 hektare. Tujuh bagian tersebut adalah Theme Park 40 hektare, Water Park 39 hektare, Eco Safari 77 hektare, Eco Lodge 29 hektare, rest area 20 hektare dan sisanya adalah tempat penampungan air dan konservasi hutan.

BACA JUGA  JSIT Jateng Audiensi ke Balitbang Agama Semarang

Dana yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp 2 trilun. Bahkan bisa lebih dari itu, jika pembuatan wahana permainan di lokasi wisata banyak yang harus impor.

Kepala Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai konsultan pembangunan Jateng Park, Budi Faisal menuturkan, guna menarik pengunjung yang pertama harus dibangun adalah rest area di ruas Tol Tembalang-Ungaran yang rencana awalnya akan dibangun di KM 22. Namun jika bisa dibangun di KM 20 yang berdekatan dengan pintu gerbang Jateng Park. Selanjutnya, pembangunan Theme Park yang cepat menghasilkan uang. (JN01)

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...