Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kesenian Obros Semarakkan Festival Lima Gunung

festivalMagelang, Jowonews.com – Seni Budaya Obros  sebagai tradisi budaya masyarakat untuk melakukan dakwah Islam, dipentaskan dalam Festival Lima Gunung XIV di kawasan Gunung Andong, di Dusun Mantran Wetan, Desa Girireji, Kabupaten Magelang, Sabtu (15/8).

“Kemungkinan saat ini, tinggal satu kelompok ini di Indonesia yang masih melestarikan kesenian ‘Obros’ ini,” kata seorang pegiat Kelompok Kesenian “Obros” Dusun Petugan, Desa Jebengsari, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang Nur Wulan Yulianing di sela pementasan kesenian tersebut di Magelang.

Para pembawa tarian dan penembang pengiringnya mengenakan pakaian warna-warni bernuansa islami ala Timur Tengah, antara lain berjubah panjang, mengenakan properti tasbih ukuran besar-besar dikalungkan di lehernya, berkacamata, dan bersurban, sedangkan jumlah penari, penembang, dan penabuh alat musik pengiring 30 orang yang sebagian berusia tua, atau di atas 50 tahun.

Sejumlah nomor gerak tarian dan lagu-lagu shalawat berisi dakwah mewarnai gerakan tarian selama sekitar 20 menit tersebut, sedangkan alat musik pengiringnya adalah rebana dan “jedhor”.

Ketua kelompok kesenian “Obros” Dusun Petugan adalah Basirun, sedangkan penyaji tembang-tembang bernuansa Islami berbahasa Arab dan Jawa berjumlah tiga orang dan sudah berusia tua, yakni Kasdu, Slamet, dan Salamun.

Ia menjelaskan tentang kesenian tersebut yang semula berkembang di lingkungan Pondok Pesantren, khususnya di Jambu, Ambarwa, Kabupaten Semarang, Jateng. Oleh seorang santri ponpes tersebut, Baderan (almarhum), pada 1959 dikembangkan di Dusun Petugan dan diterima masyarakat setempat. “Pada 1985 kemudian resmi terbentuk organisasi kesenian yang diberi nama ‘Obros’,” tuturnya.

Obros berasal dari kata “Baroso” yang dalam bahasa Jawa dimaksud sebagai “Belangno sopo siro”, yang artinya perintah tentang pembauran dengan masyarakat yang beragam. “Maksudnya, membaurlah kami di dalam lingkup yang beraneka ragam, namun bisa menyatukan tujuan sesuai dengan lambang negara Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika,” tambahnya.

BACA JUGA  Ganjar Minta Mercusuar Teluk Penyu Dipindah

Festival Lima Gunung XIV diselenggarakan oleh seniman petani Komunitas Lima Gunung Kabupaten Magelang (Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh) di dua lokasi, yakni di Dusun Mantran Wetan (Gunung Andong) dan Dusun Tutup Ngisor, Desa Girirejo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang pada 14-17 Agustus 2015. (JN03)

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...