Jowonews

Logo Jowonews Brown

Mahasiswa UIN Walisongo Tolak Radikalisme

mhsSemarang, Jowonews.com – Gabungan dari mahasiswa berbagai universitas di Semarang mengatasnamakan Mahasiswa Peduli Bangsa dan Garda Indonesia memberikan poster (Aksi Poster Damai Dan Menolak Radikalisme) kepada perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Walisongo Semarang. Selain itu poster tersebut diberikan kepada berbagai elemen mahasiswa (BEM) dan organisasi kepemudaan (PMII, IPNU, IPPNU, KMNU, HMI) se-kota Semarang, belum lama ini.

Menurut Nur Hadi Prasetyo dari Mahasiswa Peduli Bangsa menyatakan bahwa toleransi antar umat beragama mulai mengancam integritas bangsa. “akhir-akhir ini toleransi dan kerukunan umat beragama sedang diguncang sebagai peristiwa yang mengancam integrasi bangsa. Seperti Insiden pembakaran tempat ibadah di kabupaten Tolikara, Papua mengundang rasa keprihatinan bersama apalagi peristiwa itu terjadi di tengah umat Islam sedang menunaikan sholat Idul Fitri 1436 H, “ungkpanya.Hadi juga menambahkan aksi ini dilakukan untuk Insiden Tolikara Papua menandakan lemahnya toleransi antar umat beragama. Terlebih lagi warga semarang yang merupakan masyarkat yang toleran. 

“Oleh karenanya, kami melakukan kampanye damai dan positif dengan menyebarkan poster merata dan meluas ke seluruh Semarang dan sekitarnya untuk penyegaran kembali sikap toleransi terhadap kehidupan umat beragama. Hal ini karena sejak awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini tata kehidupan umat beragama di Indonesia sangat toleran dan saling hidup berdampingan.” Imbuhnya.
Sedangkan Fahmi Idris dari Garda Indonesia mengatakan bahwa dalam konteks ini pula, mereka menolak ISIS yang mengatasnamakan jihad. “Bagi kami, Islam itu merangkul bukan memukul, Islam itu membina bukan menghina, Islam itu mamakai hati bukan mencaci maki. Kami menolak radikalisme agama dan tindak kekerasan, kami butuh Islam yang ramah bukan Islam yang marah.” Tandasnya.
Fahmi juga mengajak masyarakat untuk mewaspadai gerakan-gerakan yang mengatasnamakan jihad terutama dari kelompok Islam garis keras yang saat ini sedang gencar merekrut anggota, seperti ISIS. “Kami juga mengingatkan segenap masyarakat Islam terutama mahasiswa agar tidak mudah terpengaruh dengan ajakan berjihad yang tidak benar.” Ungkapnya.Ahmad Imron Rosyadi dari Masyarakat Cinta Damai menambahkan bahwa mereka juga mengajak civitas akademisi untuk mewaspadai insiden tersebut. 

BACA JUGA  Kepadatan Penduduk Jateng Hampir Tidak Normal
“Kami juga mengajak civitas akademika kampus dan masyarakat Semarang agar memiliki sikap dan pemikiran yang berpihak pada toleransi dan kedamaian, seperti halnya maksud Islam yang rahmatan lil alamin. Kami bertekad dan menjaga kehidupan di Semarang berlangsung damai, aman dan nyaman. Hidup rukun meski berbeda.” Pungkasnya. (JN14)

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...