Jowonews

Logo Jowonews Brown

Masyarakat Diminta Waspada Siklus 5 Tahunan DBD di Kudus

DBDKudus, Jowonews.com – Hingga pekan kedua di bulan Januari ini, terjadi peningkatan kasus DBD di Kudus. Pada musim saat ini, masyarakat perlu mewaspadai kasus DBD, apalagi ini sudah masuk dalam siklus 5 tahuan. Dimana dalam siklus lima tahunan, dikhawatirkan terjadi BOM kasus DBD.

Hal itu diungkapkan KabidPengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) pada Dinas Kesehatan kabupaten Kudus, dr Hikari Widodo, Rabu (28/1/2015).

Dikatakannya, pada minggu pertama di bulan Januari ini terdapat 28 kasus, sedangkan pada minggu kedua tejadi 32 kasus. Bahkan satu orang meninggal dunia akibat DBD tersebut. Dijelaskannya, puncak kasus DBD biasanya terjadi pada triwulan pertama..

Agar tidak terjadi ledakan kasus DBD, dia meminta masyarakat agar melaksanakan pembrantasan sarang nyamuk (PSN). Karena pihaknya sendiri juga sudah melakukan fogging, setelah sebelumnya dilakukan epidemologi diwilayah yang terdapat kasus DBD.

Pada dasarnya lanjut dr. Hikari, dalam fogging yang mati adalah nyamuk dewasa, sedangkan untuk jentik nyamuk sendiri masih tetap hidup dan berkembang menjadi nyamuk dewasa.

Ditambahkannya, dari data di 19 puskesmas di Kudus, pada minggu kedua Januari diwilayah puskesmas Jati  terdapat 6 kasus DBD, meski pada minggu pertama hanya 1 kasus.

Sedangkan diwilayah puskesmas Ngemplak Undaan, pada minggu pertama terdapat 5 kasus dan minggu kedua menjadi 2 kasus. Sedangkan diwilayah puskesmas Bae, pada minggu pertama terdapat 2 kasus dan minggu kedua meningkat menjadi 4 kasus.

Sementara di wilayah puskesmas Rejosari Dawe, minggu pertama terdapat 2 kasus DBD dan minggu kedua meningkat menjadi 3 kasus. Lalu untuk wilayah puskesmas Jekulo, pada minggu pertama terdapat 4 kasus, tetapi pada minggu kedua turun menjadi 1 kasus.

Dikatakan oleh dr. Hikari, bila ada anggota keluarga ada yang mengalami panas tinggi 2 sampai 7 hari tidak kunjung sembuh meski sudah diberikan obat, ditambah terdapat bintik – bintik merah ditubuh serta ada rasa nyeri diperut, maka dicurigai itu adalah DBD. (JN04)

BACA JUGA  Polantas Kudus Tilang 700 Pelanggar

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...