Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Puluhan Massa Tolak Pencalonan Ita

aligatorSemarang, Jowonews.com – Puluhan massa yang menamakan diri Aliansi LSM Anti Koruptor (Aligator) melakukan aksi unjuk rasa menolak salah satu bakal calon wakil wali kota di depan Kantor KPU Kota Semarang, kemarin. Namun, peserta demo tidak mengetahui maksud tujuan melakukan aksi dan mengaku mendapatkan uang senilai Rp30 ribu.

 Massa menolak bakal calon wakil wali kota Hevearita Gunaryanti Rahayu (Ita), yang berpasangan dengan bakal calon wali kota incumbent Hendrar Prihadi (Hendi). Meski korlap aksi lantang menyuarakan penolakan terhadap Ita, namun peserta demo justru tidak tahu tujuan dari aksi tersebut.

 ‘’Tidak tahu mas, katanya sih ada orang dari KPU yang melakukan korupsi,’’ kata salah satu peserta aksi yang tak mau disebutkan namanya.

 Lelaki berusia sekitar 56 tahunan yang tak menggunakan alas kaki itu mengaku, hanya diajak teman-temannya untuk ikut ke KPU. Ia ikut karena mengaku akan mendapat bayaran sebesar Rp30 ribu setiap orang. Teman-temannya yang ikut datang sekitar 15 orang.

 Sementara itu, Korlap Aliansi LSM Aligator Semarang Sucipto membantah adanya massa demo yang dibayar Rp30 ribu per orang. Selain itu dijelaskan warga yang hadir dalam aksi ini memang orang biasa, sebagai potret masyarakat pinggiran yang menolak korupsi.

Dalam tuntutannya, pihaknya menolak bakal calon wakil wali kota Ita,d an menuntut partai pengusungnya mengganti calon lain yang lebih berkualitas dan tidak terindikasi kasus korupsi.

Sebab Ita berdasarkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Jateng, menurutnya telah gagal dan melakukan penyimpangan saat mengelola PT SPHC, sebagai perusahaan BUMD milik Pemprov Jateng. ‘’Kami mengajak seluruh warga Semarang untuk tidak memilihnya,’’ tegasnya.

Ita sendiri saat dikonfirmasi menanggapi santai aksi penolakan terhadap dirinya tersebut. Ia mengaku tidak mempermasalahkan adanya aksi itu, dan mempersilakan peserta aksi untuk bertanya langsung ke BPK RI Jateng. ‘’Silakan kroscek ke BPK langsung aja, Yang jelas, silakan masyarakat menilai sendiri,’’ katanya.

 Hendi juga mengatakan sudah menerjunkan tim ke lapangan. Dan tim melaporkan mereka yang demo tidak tahu materi yang dituntut. Sehingga dirinya menduga, itu merupakan black campign terhadap dirinya dan Ita. Dan merupakan cara praktik yang tidak baik dalam berpolitik. ‘’Kalau seperti, ya kami akan pantau dan akan kami lawan,’’ tegasnya. (JN14)

BACA JUGA  Ita: Kawasan Industri Harus Berdayakan Potensi Lokal

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...