Jowonews

Logo Jowonews Brown

Uji Coba Tanam Padi Hazton Belum Menghasilkan

padi-sawah-okeKudus, Jowonews.com– Uji coba teknologi tanam padi Hazton di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tidak membuahkan hasil karena hasil panennya jauh lebih rendah dibandingkan dengan model tanam yang selama
ini dipakai petani setempat.

Kaspono, petani asal Desa Undaan Tengah, Kecamatan Undaan, Kudus, yang melakukan uji coba tanam padi sistem hazton di Kudus mengakui, hasil panen tanaman padi model hazton memang tidak memuaskan karena hasil dari uji coba di atas lahan seluas 0,5 hektare hanya menghasilkan 2,3 ton gabah kering panen (GKP). 

“Jika diasumsikan di atas lahan 1 hektare, maka hasilnya hanya 4,6 ton atau lebih rendah dibandingkan model tanam konvensional yang selama ini dipakai para petani karena hasilnya di atas 5 ton GKP,” ujarnya.

Perlakuan terhadap lahan yang dijadikan demplot tersebut, kata dia, sangat berbeda dan biayanya juga lebih mahal dibandingkan model lama yang selama ini dianut petani. 

Hal itu, kata dia, untuk mencapai target tingkat keasaman (Ph) antara 5,5 hingga maksimal 7 karena dengan Ph tanah yang ideal berdampak positif pada tanamannya menjadi lebih tahan terhadap hama penyakit.

Hanya saja, kata dia, hasilnya jauh di bawah sistem lama yakni jajar legowo. Kondisi tersebut, lanjut dia, jauh dari perkiraan sebelumnya yang diharapkan setiap hektarenya bisa mencapai 14 ton gabah kering panen atau minimal 8 ton per hektarenya.

Untuk uji coba teknologi tanam padi hazton, dia mengakui, menyediakan lahan seluas 1 hektare, 0,5 hektare di antaranya untuk tanam padi hazton dan selebihnya untuk sistem tanam jajar legowo. 

Awalnya, kata dia, hasil ubinan pada lahan sistem hazton mencapai 11,8 ton GKP, namun setelah dipanen Kamis (4/6) hasilnya hanya 2,3 ton GKP. Dengan hasil tersebut, dia menyimpulkan, bahwa sitem tanam padi hazton tidak cocok diterapkan di lahan tersebut.

BACA JUGA  Sepanjang 35 Meter, Tanggul Sungai Piji di Kudus Jebol

“Seharusnya dalam melakukan ubinan juga lebih akurat karena dampaknya terhadap ketahanan pangan pada masa mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kudus Budi Santoso ketika dikonfirmasi mengungkapkan, apapun hasil sistem tanam padi hazton akan disampaikan ke pusat. “Petani dipersilakan memilih sistem tanam yang dinilai lebih menguntungkan,” ujarnya.     

Adapun luas lahan yang dilakukan uji coba teknologi tanam padi hazton di Kecamatan Undaan mencapai 6 hektare yang tersebar di empat desa, yakni Desa Undaan Tengah seluas 3 hektare, Desa Lambangan seluas 1 hektare, Desa Wonosoco seluas 1 hektare, dan Desa Larik Rejo seluas 1 hektare. (JN04)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...