Jowonews

Logo Jowonews Brown

Meski Pandemi, Orang Tua Diimbau Tetap Sekolahkan Anak ke PAUD

JAKARTA, Jowonews- Meski masih dalam suasana pandemi, orang tua diimbau menyekolahkan anaknya ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). “Kami mengimbau orang tua yang memiliki anak usia dini, untuk tetap memasukkan anaknya. Karena PAUD itu penting menjadi fondasi tumbuh kembang dan kesiapan anak- anak kita untuk bersekolah di jenjang berikutnya,” ujar Dia menambahkan jika anak ikut … Baca Selengkapnya

Anak Keluarga Perokok Cenderung Alami Kekurangan Asupan Gizi

JAKARTA, Jowonews.com – Peneliti Southeast Asian Ministers of Education Regional Centre for Food and Nutrition (SEAMEO RECFON) dr Grace Wangge, PhD mengatakan anak yang berasal dari keluarga perokok cenderung mengalami kekurangan asupan gizi. “Pihak sekolah juga perlu menyadari bahwa terdapat hubungan erat antara prestasi belajar anak dengan pola konsumsi keluarga perokok,” katanya dalam peluncuran dua usulan … Baca Selengkapnya

Akademisi: Gizi Seimbang untuk Tumbuh Kembang Anak

PURWOKERTO, Jowonews.com – Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dr. Yudhi Wibowo, M.PH mengingatkan pentingnya asupan gizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang anak. “Asupan makanan dengan gizi seimbang sangat penting agar anak memiliki tumbuh kembang yang optimal,” katanya di Purwokerto, Banyumas, Minggu. Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman tersebut … Baca Selengkapnya

Psikolog: Pendidikan Karakter Anak Bermula dari Ibu yang Bahagia

PURWOKERTO, Jowonews.com – Psikolog dari Biro Psikologi Metafora Purwokerto Ketty Murtini mengatakan keberhasilan pola asuh dan pendidikan karakter seorang anak dimulai dari ibu yang bahagia. “Ibu yang bahagia menjadi faktor penentu keberhasilan pola asuh, sehingga ibu harus memperhatikan kebahagiaan dirinya dulu,” katanya di Purwokerto, Selasa. Dia mengatakan apabila ibu merasa bahagia maka ia dapat menjalani seluruh … Baca Selengkapnya

Pemkab Kudus Berencana Tambah Ruang Bermain Ramah Anak

KUDUS, Jowonews.com — Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berencana menambah ruang bermain anak, setelah ruang bermain ramah anak yang ada di kompleks Taman Adipura Kudus mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. “Dengan diperolehnya sertifikasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, maka ruang bermain ramah anak tersebut bisa menjadi rujukan daerah lain,” … Baca Selengkapnya

Jadi Kabupaten Layak Anak

UNGARAN, Jowonews.com – Kabupaten Semarang sudah ditetapkan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA). Hal itu dikatakan oleh Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono, Minggu (12/6).   “Sejak tahun 2012 Kabupaten Semarang telah ditetapkan sebagai KLA oleh Pemerintah Pusat,” katanya.   Dijelaskan Gunawan, berbagai langkah lanjutan telah dilaksanakan termasuk penetapan peraturan daerah (Perda) tentang perlindungan anak.   “Ada 31 hak anak sesuai konvensi PBB yang perlu dilindungi secara formal. Perda Kabupaten Semarang Nomor 6 Tahun 2012 telah mengamankan langkah perlindungan hak anak secara formal,” kata Gunawan.   Selain itu, pembentukan desa layak anak juga terus dilakukan sebagai upaya tindak lanjut pemenuhan hak anak. Hingga akhir semester I tahun 2016 ini, telah ada 21 desa layak anak. Jumlah itu masih sekitar 8,9 persen dari total 235 desa/kelurahan yang ada.  Terkait pembentukan gugus tugas PPA, Gunawan menyebutkan telah ada Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) yang menginduk pada BKBPP. Tugas P2TP2A ini adalah menerima pengaduan dan pelaporan tentang kasus pelecehan terhadap perempuan dan anak maupun kasus lain terkait hak anak.   Seterusnya, dilakukan langkah koordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas kesehatan dan kepolisian. “Agar pelayanan bisa maksimal dibentuk P2TP2A di tiap-tiap kecamatan. Sehingga akses pelayanan akan lebih luas dan terjangkau masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.  Berdasarkan data dari Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP) Kabupaten Semarang, hingga catur wulan I tahun 2016 tercatat sedikitnya ada 40 kasus tindak kekerasan dalam rumah tangga. Sedangkan sepanjang tahun 2015 lalu tercatat ada 159 kasus serupa.   Sementara itu, Kepala BKBPP Romlah berharap para pengelola P2TP2A terus memaksimalkan kinerja pelayanannya untuk menjamin hak anak. Salah satunya untuk pendampingan kepada perempuan dan anak korban tindak kekerasan.  “Sejak lama memang kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Semarang ini kita wanti-wanti agar tidak terjadi,” katanya. Ia juga berharap, melalui sosialisasi terkait bahayanya tindak kekerasan terhadap anak dapat mengurangi jumlah kasus kekerasan tersebut. (jn01/jn03)

Terjadi Degradasi Budaya Daerah, Orang Tua Biasakan Berbahasa Indonesia

  UNGARAN, Jowonews.com – Sekarang ditengarai telah terjadi degradasi budaya daerah pada anak-anak.Seperti kemampuan berbahasa Jawa. Kemerosotan ini akibat orang tua yang membiasakan anak berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari. Hal itu diungkapkan Ketua Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Kabupaten Semarang, Seno Wibowo, Senin (13/6). “Anak muda saat ini ada kemerosotan berpakaian … Baca Selengkapnya

Mahasiswi Serukan Stop Kekerasan Perempuan dan Anak

SEMARANG, Jowonews.com – Pulusan Mahasiswi yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Semarang melakukan aksi simpatik “Stop Kekerasan Perempuan dan Anak” di bundaran Tugu Muda, Semarang, pada Rabu (25/5/2016). Aksi ini dilakukan berangkat dari kondisi Indonesia dan Semarang khususnya yg marak dengan fenomena kekerasan pada perempuan dan anak, utamanya kekerasan seksual. Kasus … Baca Selengkapnya