Jowonews

Logo Jowonews Brown

Plesir

Gunung Kembang Wonosobo, Primadona Baru Karena Keindahan Alamnya

Gunung Kembang Wonosobo

Gunung Kembang Wonosobo menjadi destinasi pendakian gunung \yang sedang digemari karena keindahan yang di tawarkan cukup mempesona. Daya tarik lainnya yaitu rute perjalanan yang berbeda dengan pendakian lainnya, karena pemandangan alam yang luar biasa akan selalu tersaji.

Gunung yang populer disebut sebagai anak Gunung Sindoro ini memiliki ketinggian 2340 MDPL dan termasuk gunung yang tak terlalu tinggi, tetapi masyarakat percaya bahwa gunung ini dapat terus bertambah tinggi.

Pasalnya, letak Gunung Kembang yang berada di sebelah Gunung Sindoro yang notabene gunung berapi aktif diyakini selalu menumpahkan hasil aktivitas vulkaniknya ke Gunung Kembang.

Untuk jalur pendakian sendiri, setidaknya ada dua jalur yang bisa digunakan. Jalur Blembem dan Jalur Lengkong, keduanya terletak di kecamatan yang berbeda.

Asal-usul Nama Gunung Kembang

Foto Instagram @primatatertawa
Foto Instagram @primatatertawa

Menurut masyarakat setempat, gunung ini hanya memiliki tinggi 1.200 mdpl pada 10 tahun yang lalu dan bertambah tinggi karena aktivitas magma Gunung Sindoro yang mengalir ke Gunung Kembang.

Adapun asal usul nama Gunung Kembang, yakni karena banyak dijumpai berbagai macam jenis bunga atau kembang di wilayah pegunungan ini.

Bahkan menurut tim dari IPB (Institut Pertanian Bogor) yang pernah melakukan penelitian dapat disimpulkan bahwa, terdapat 100 jenis spesies bunga Anggrek termasuk jenis yang langka terdapat di gunung ini.

Jadi, para pendaki pun akan disuguhi pemandangan yang sangat indah. Apalagi, ditambah dengan beragam jenis bunga di wilayah gunung.



Daya Tarik Gunung Kembang Wonosobo

Ketinggian Gunung Kembang Wonosobo adalah 2.340 mdpl. Meski medannya tidak begitu tinggi, namun digemari para pendaki. Daya tarik gunung di Wonosobo satu ini yaitu terkenal akan medannya yang terus menanjak dan jarang terdapat dataran.

Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para pendaki untuk bisa menaklukan Gunung Kembang tersebut. Selain itu, Gunung Kembang Wonosobo ini memiliki 7 rute pendakian yang akan dilewati oleh pendaki, begitu banyak dan ekstrim.

Pendaki harus melewati satu persatu pos tersebut untuk sampai ke puncak gunung. Setiap pos mempunyai nama unik dan fenomenal yang dijadikan sebagai tempat peristirahatan para pendaki.

Para pendaki dihimbau untuk selalu berhati-hati saat diperjalanan menuju lokasi gunung, serta pastikan membawa keperluan dan peralatan yang lengkap.

Jalur Pendakian Gunung Kembang via Blembem

Foto Instagram @ariskibalwel

Salah satu jalur pendakian yang populer ialah melalui rute Blembem. Basecamp Gunung Kembang via Blembem dibuka setiap hari dan 24 jam selama jalur pendakian dibuka.

Di sekitar jalur pendakian gunung ini terdapat perkebunan teh milik PT Tambi. Dengan adanya perkebunan teh tersebut, semakin menambah keindahan pemandangan gunung.

Pendakian gunung melalui rute Blembem terdiri dari tujuh pos, yaitu Istana Katak, Kandang Celeng, Liliput, Simpang Tiga, Akar, Sabana, dan Tanjakan Mesra.

Istana Katak

Pos pertama dinamakan sebagai Istana Katak karena di sebelah bangunan tersebut terdapat kolam yang dihuni banyak kecebong dan ketika musim hujan, kolam tersebut terdapat banyak katak.

Perjalanan dari basecamp Blembem ini dipenuhi dengan pemandangan perkebunan teh yang menawan.

Kandang Celeng

Dinamakan kandang celeng karena pos ini merupakan gerbang untuk memasuki hutan Gunung Kembang dan di hutan gunung ini masih terdapat banyak celeng atau babi.



Liliput

Pos berikutnya bernama liliput karena konon katanya, di pos ini pernah terlihat manusia kerdil yang memiliki tinggi satu meter.

BACA JUGA  Wisata Alam Kalipasang Kopeng, Pesona Jajaran Hutan Pinus Yang Estetik
Simpang Tiga

Selanjutnya ada pos simpang tiga. Dinamakan simpang tiga karena di pos ini terdapat jalur bercabang yang pada zaman dahulu digunakan untuk membuka jalur pendakian.

Akar

Alasan mengapa disebut Pos Akar adalah karena di kawasan ini banyak terdapat pohon yang akarnya menjuntai seperti akar pohon beringin. Dalam posisi ini, beberapa pendaki bahkan bisa berayun dengan akar pohon besar.

Padang rumput/Sabana

Pos selanjutnya adalah Pos Sabana. Jika sabana pada gunung lain berupa padang rumput yang luas dan datar, maka sabana pada gunung Kembang merupakan padang rumput dengan kemiringan sekitar 40 derajat.

Jika beruntung, pendaki dapat menyaksikan bunga eidelweis yang bermekarang.

Tanjakan Mesra

Selanjutnya adalah Pos Tanjakan Mesra. Disebut dengan Tanjakan Mesra karena saat jalur pendakian ini dibuka, salah satu tim yang merupakan pasangan suami istri Kang Aziz dan Mbak Yahma bergandengan tangan saat menyusuri jalur ini. Sehingga area ini dikenal sebagai pendakian mesra oleh pendaki gunung lainnya.

Setelah melewati semua pos tersebut, pendaki dapat mencapai puncak dan mengagumi pemandangan Gunung Kembang yang menawan.

Para pendaki juga diperbolehkan bermalam di puncak gunung. Kawasan Puncak Kembang mampu menampung hingga 20 tenda pendakian.

Namun saat bermalam di sini, sebaiknya berhati-hati karena di sekitar hutan masih banyak terdapat babi hutan. Oleh karena itu, sebaiknya jangan membawa makanan dengan bau yang menyengat.

Fakta dan Hal Menarik Seputar Gunung Kembang

Foto Instagram @ajikdoang

Terkait fakta dan hal menarik tentang gunung Kembang, dan mengapa gunung ini direkomendasikan bisa kamu lihat dibawah ini.

Jalur Pendakian Unik

Terkait jalur pendakian, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ada dua jalur yang berbeda. Yang pertama adalah jalur Blembem lama dan yang kedua adalah jalur Blembem baru

Keistimewaan jalur Blembem lama adalah memiliki medan yang berat dan berbahaya sehingga tidak disarankan bagi pendaki pemula. Bahkan ada desas-desus bahwa jalur pendakian ini telah ditutup agar tidak ada pendaki yang tersesat. Untuk itu, kini direkomendasikan jalur Blembem Baru yang lebih aman untuk didaki.

Untuk jalur baru Blembem sendiri sekarang lebih umum digunakan karena medannya lebih bersahabat dengan pendaki. Jalan baru ini merupakan jalan utama yang digunakan untuk pendakian, karena cukup ramah bagi setiap pendaki.



Anak Gunung Sindoro

Mungkin banyak dari kamu yang belum mengetahui nama Gunung Kembang, namun anda telah familiar dengan nama gunung Anak Sindoro. Padahal, keduanya merupakan gunung yang sama karena Gunung Kembang terletak persis di sebelah Gunung Sindoro.

Peningkatan Ketinggian setiap tahun

Gunung Sindoro sendiri merupakan gunung api aktif yang masih melakukan aktivitas magmatik hingga saat ini. Akibatnya, ketinggian Gunung Kembang bertambah setiap tahun. Kabarnya 10 tahun lalu, ketinggiannya masih hanya 1.200 meter di atas permukaan laut.

Aturan pendakian yang ketat

Berbeda dengan gunung lainnya yang biasa didaki, gunung yang satu ini memiliki aturan ketat yang ditetapkan oleh pengelola. Contoh paling sederhana adalah melakukan pendataan secara detail dari setiap barang yang dibawa oleh pendaki di pos keberangkatan.

Seluruh barang diperiksa dan ditata dengan detail untuk memastikan tidak ada barang yang dilarang. Selanjutnya, bahan makanan yang ada di dalam kemasan plastik juga harus dibuka dan ditempatkan dalam satu wadah, untuk meminimalisir jumlah sampah plastik yang mungkin berjatuhan.

BACA JUGA  Pantai Nampu, Keindahan Tersembunyi di Wonogiri
Pilihan area berkemah

Untuk area berkemah sebenarnya ada dua tempat yang berbeda. Pertama di Pos Sabana 2, dan juga di area puncak. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga Anda bisa memilih mana yang terbaik untuk kondisi pendakian Anda.

Untuk Pos Sabana 2, kamu bisa menyusuri jalur menanjak dan turunan. Nantinya kamu bisa menyusuri jalan menurun untuk mendapatkan air sebagai persediaan. Bumi perkemahan ini berada di area kawah dan tidak seluas di puncak.

Area puncaknya sendiri adalah tanah lapang dan luas, sehingga bisa menampung banyak orang. Tenang, mendaki gunung ini idealnya dilakukan dalam waktu 5-7 jam tergantung kecepatan dan cuaca. Oleh karena itu, pendaki pemula tidak akan kesulitan mencapai puncak sebelum membuka tendanya.

Waspadai serangan babi hutan

Hal ini merupakan keunikan sekaligus peringatan. Saat mendaki kemungkinan kamu akan menjumpai babi hutan karena populasinya yang cukup besar. Apalagi saat mendaki di malam hari, peluang Anda untuk bertemu dengan hewan yang hidup di hutan gunung Kembang ini akan semakin besar.

Untuk menghindarinya, pastikan Anda tidak membawa makanan atau membiarkan makanan dengan bau menyengat terbuka dari wadahnya. Bungkus makanan dengan baik agar tidak bau dan tidak menarik babi hutan ke mendatangi lokasimu.

Selain itu, ada baiknya sisa makanan tidak dibuang sembarangan. Taruh di tempat sampah atau kantong plastik dan buang saat sudah sampai di bawah.

Gunung Kembang, banyak bunga

Tidak hanya sebatas namanya, faktanya Gunung Kembang merupakan gunung yang memiliki banyak sekali bunga. Konon setidaknya ada 100 jenis anggrek yang hidup dan berkembang di sini.

Tentunya akan menjadi pengalaman tersendiri yaitu mendaki untuk melihat bunga anggrek dan bunga lainnya yang ada di pegunungan hingga ke puncak.



Harga Tiket Pendakian Gunung Kembang

Untuk mendaki gunung, Anda harus membayar biaya pendakian, tidak terkecuali Gunung Kembang. Tiket masuk Gunung Kembang murah dan terjangkau.

Harga tiket pendakian Gunung Kembang Wonosobo adalah Rp 10.000/orang ditambah Rp 5.000 untuk fasilitas camping. Selain itu, ada biaya daftar termasuk layanan antar bagi Anda yang tidak ingin repot sebesar Rp 50.000.

Ada juga biaya parkir dan penitipan kendaraan untuk sepeda motor Rp 10.000 dan mobil Rp 20.000. Untuk mendaki Gunung Kembang, Anda juga harus membayar surat keterangan sehat senilai Rp 20.000.

Pengeluaran lain yang mungkin Anda keluarkan termasuk kebutuhan pribadi, pembelian makanan, dll. Tarif dan fasilitas lainnya di Gunung Kembang diatas dapat berubah sewaktu-waktu.

Alamat dan Rute Lokasi

Untuk menuju lokasi Gunung Kembang, Kamu bisa menempuh beberapa jalur pendakian. Namun pendakian yang paling terkenal dan digemari oleh para pendaki adalah melalui Blembem dan Lengkong.

Base camp populer pendakian Kembang Via Blembem, alamat lengkapnya di Desa Kaliurip, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Berjarak sekitar 13 Km dari pusat kota Wonosobo, Anda bisa mengunjunginya dengan menempuh waktu sekitar 40 menit dengan mobil.

Sedangkan untuk Jalur Pendakian Lengkong terletak di Dusun Salaman, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo. Namun, rekomendasi jalur teraman adalah lewat Blembem karena jalur ke sana lebih aman, tertib, dan lengkap fasilitasnya.

Jika Anda tidak dapat menemukan lokasi Gunung Kembang, Anda dapat mengakses peta lokasi di bawah ini.

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...